No. Reg Rilis 101/RLS/XII/2018. Surat Protes Pengguna Maskapai Lion Air. Lion Air Belum Berubah, Tetap Tidak Profesional dan Abal-abal Manajemennya.

No. Reg Rilis 101/RLS/XII/2018

Surat Protes Pengguna Maskapai Lion Air.
Lion Air Belum Berubah, Tetap Tidak Profesional dan Abal-abal Manajemennya.

Baru saja beberapa waktu lalu pesawat Lion Air jatuh di Karawang, Jawa Barat. Seharusnya setelah alami musibah pihak Lion Air perbaiki manajemen untuk memperbaiki layanannya. Perbaikan layanannya harus dilakukan agar tumbuh kembali kepercayaan dari publik, khususnya penggunanya.

Hari ini saya bersama dua orang teman mau kembali ke Jakarta dari Kendari Sulawesi Tenggara dengan menggunakan maskapai Lion Air dengan penerbangan nomor: JT 0729. Dalam tiket kami akan berangkat jam 10.35 wita dan boarding jam 10.05 WITA. Sekarang sudah jam 10.47 WITA tapi tidak ada pemberitahuan keterlambatan penerbangan dari pihak petugas Lion Air di bandara Haluoleo Kendari. Saya menanyakan kepada petugas konter ruang tunggu pengguna di bandara Haluoleo tapi jawabannya santai saja dan tertawa, mengatakan bahwa kemungkinan penerbangan akan terlambat sekitar 1 jam.

Rupanya memang manajemen Lion Air ini bebal dan sombong walau amburadul. Walau sudah melakukan kesalahan tetap saja manajemen Lion Air rupanya masih amburadul alias tidak ada perbaikan. Sampai sekarang sudah jam 10.50 WITA belum juga ada pengumuman keterlambatan penerbangan kami.

Memang benar dan terbukti Lion Air itu maskapai tidak profesional dan abal-abal. Walau sudah melanggar hak konsumennya tetap senang dan cuek saja. Pantas saja KNKT membatalkan rekomendasi kecelakaan pesawat Lion Air JT 160 tempo hari dari tidak laik terbang menjadi laik terbang. Coba bayangkan saja sebuah lembaga negara, Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi yang punya otoritas mengawasi kecelakaan transportasi bisa takut pada manajemen Lion Air. Jadi pelanggaran terhadap perlindungan hak konsumen itu biasa dan tidak apa-apa. Apalagi soal terlambat jadwal itu sudah biasa, wong kecelakaan pesawat yang mengakibatkan 100 orang lebih korban meninggal dunia Lion Air tetap selamat dari hukuman negara.

Kalo soal terlambat sih biasa itu bagi Lion Air. Pantas saja namanya LION yang artinya Late Is Our Name. Pemerintah seharusnya bertindak tegas terhadap maskapai penerbangan yang tidak profesional dan abal-abal manajemennya. Jika pemerintah tidak bersikap dan bertindak tegas kepada Lion Air maka merek akan terus merugikan masyarakat dan pemerintahnya. Pembiaran buruknya layanan maskapai ini akan membuat publik berpikiran bahwa pemerintah takut dan mungkin ada di belakang manajemen Lion Air.

Kendari, 15 Desember 2018.
Azas Tigor Nainggolan.
Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email