Ahli Kelautan: Reklamasi Bukan Solusi Banjir Jakarta

JAKARTA, KompasProperti – Proyek reklamasi Teluk Jakarta diyakini bukan menjadi solusi terbaik dalam mengatasi persoalan banjir di wilayah DKI Jakarta. Sebaliknya, reklamasi justru akan menambah persoalan banjir baru bila diteruskan.

Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan telah mencabut moratorium pelaksanaan proyek reklamasi di wilayah utara DKI Jakarta itu.

Manfaat kehadiran proyek reklamasi, menurut Luhut, untuk mengatasi persoalan banjir rob atau banjir air laut.

Namun, menurut pakar kelautan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Muslim Muin menilai, pendapat Luhut kurang tepat.

Pasalnya, pulau reklamasi tidak akan mampu menahan kekuatan gelombang air laut yang memiliki kekuatan besar.

“Karena kalau kita reklamasi, lautnya kan tidak tertahan karena gelombang panjang dunia. Kalau pasang surut itu ratusan kilometer gelombang,” kata Muslim dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Kamis (2/11/2017).

Muslim menuturkan, pemanasan global berdampak terhadap kenaikan muka air laut. Dampak itu dirasakan hampir seluruh negara di berbagai belahan dunia lain.

Saat ini yang jadi persoalan, kata Muslim, tak hanya permukaan air laut yang naik, melainkan juga permukaan tanah di sebagian wilayah utara Jakarta yang turun. Penurunan muka tanah itu, di antaranya disebabkan pengambilan air tanah oleh masyarakat.

Untuk mengatasinya, ungkap Muslim, menutup kawasan Teluk Jakarta dengan proyek reklamasi dinilai bukanlah solusi yang tepat.

“Dengan reklamasi, air yang di darat itu yang tertahan. Kan sungai jadi semakin panjang, malah ada pulau reklamasi yang agak menghalangi aliran sungai kan,” kata dia.

Selain itu, ia menambahkan, reklamasi akan menyebabkan proses sedimentasi semakin parah. Imbasnya, endapan akibat sedimentasi akan menutup jalur aliran sungai yang membuat banjir di Jakarta semakin parah.

Print Friendly, PDF & Email