Ahok berubah? Jakarta merubah pilihannya

By on September 24, 2015. Posted in , .

12006386_10207862174170895_3307295845502212949_nBeberapa hari belakangan ini muncul beberapa nama calon gubenur Jakarta untuk Pilkada Jakarta 2017 mendatang. Ada sekarang pengusaha Sandiago Uno, Ridwan Kamil sang walikota Bandung, mantan menteri Adhiyaksa Daud. terakhir muncul nama seorang teman aktivis perkotaan yang selama ini kritis yakni Marco Kusumawijaya. Nama-nama ini cukup mengetarkan Ahok dan membuat peta politik Pilkada Jakarta berubah. Setidaknya kehadiran nama para calon itu akan menjadi pesaing Ahok dalam pertarungan jadi lebih ketat. Ketatnya persaingan itu disebabkan nama-nama para pesaing Ahok tersebut menjadi alternatif warga Jakarta dalam mencari nama lain yang lebih berkualitas untuk membangun Jakarta.
Selama ini Jakarta hanya dikuasai oleh informasi media yang seolah mewartakan Ahok yang terbaik dan tidak ada lagi pilihan lain. Nah munculnya nama Marco aktivis perkotaan yang kritis mengenal Jakarta, Ridwan Kamil yang bersahaja santun dari! Bandung, Sandiago si pengusaha yang tenang serta Adhiyaksa si mantan menteri membuat Jakarta akan mendapatkan energi baru. Ya tentu para calon lain, pesaing Ahok itu akan jadi energi baru dan alernatif memilih calon yang santun, sopan, tidak suka kekerasan dan mau mendengarkan warganya dan Jakartanya. Begitu pula perubahan tersebut bisa dilihat di media sosial, sudah beberapa hari ini bertebaran foto-foto yang kayanya hasil karya kerjanya Ahok di Jakarta foto-foto yang kayanya hasil karya kerjanya Ahok di Jakarta berupa projek normalisasi Sungai Ciliwung. Petanyaannya, apa memang Jakarta hanya sebatas sungai Ciliwung? Mengapa juga foto-foto tersebut tidak disertai nama lokasi serta kapan dilakukan normalisasinya?
Caranya mereka mulai berubah, menunjukkan hasil kerja Ahok untuk mengambil hati warga dan media massa Jakarta. Perubahan tersebut bisa dilihat di media sosial saat ini bertebaran foto-foto yang katanya hasil karya kerjanya Ahok di Jakarta. Ahok dan pendukungnya jadi merasa perlu berubah aktif menunjukkan foto-foto Ciliwung tersebut. Sebelumnya mereka yakin betul Jakarta sudah mereka kuasai. Hadirnya calon lain itu memang cukup membuat Ahok getir dan melakukan perubahan pendekatan pencitraannya, juga para pendukungnya Ahok. Selama ini Ahok sulit sekali diajak berubah atau merubah pola pendekatan atau kebijakannya. Ada suatu upaya perubahan yang baik dalam diri Ahok sekarang. Ahok segera mau berubah, tidak sombong lagi dan responsif juga mencoba mau mendengar. Coba saat penggusuran paksa 900an keluarga warga Kampung Pulo pada 20 Agustus 2015 lalu. Ahok sangat keras dan yakin menggunakan kekerasan juga tidak mau berdialog menggusur warga dari Kampung Pulo. Padahal banyak pihak mencoba memberikan masukan, Ahok tetap dijalan kerasnya dan gunakan Polisi dan Militer. Alhasil saat penggusuran paksa disertai kekerasan di Kampung Pulo itu menuai banyak kritik terhadap kebijakan penggusuran yang dilakukan Ahok.
Beberapa hari lalu dikabarkan bahwa Ahok melakukan konsolidasi, mendekati dan berdialog kembali dengan kawan-kawan Ciliwung Merdeka yang aktif mendampingi warga Kampung Puĺo, Jakarta Timur. Padahal beberapa hari sebelum dilancarkan penggusuran warga Kampung Pulo, Ciliwung Merdeka sudah berusaha bertemu dan mengajak Ahok menunda penggusuran serta membangun dialog untuk mencari solusi terbaik dalam merevitalisasi pemukiman Kampung Pulo. Namun upaya Ciliwung Merdeka itu dikesampingkan dan Ahok tetap teguh menggusur paksa dengan kekerasan warga Kampung Pulo. Secepatnya Ahok memandang perlu merubah dirinya, bukan hanya bagi Jakarta tetapi bagi perilaku gubernurnya, dirinya sendiri, Ahok sebagai gubernur. Untunglah muncul para calon alternatif bagi gubernur Jakarta ke depan dan merubah perilaku dan gaya Jakarta lebih baik lagi. Perubahan ini baik sekali sehingga dapat menjadi bahan dasar warga dalam memilih siapa gubernurnya kelak.
Pilihannya tidak hanya Ahok, warga bisa punya pilihan lain seperti Marco Kusumawijaya, Sandiago Uno, Ridwan Kamil, Adhiyaksa Daud atau lainnya yang akan muncul berikutnya. Pilihan lain sangat diperlukan untuk sebuah perubahan lebih baik. Juga agar keputusan memilih lebih obyektif dan tidak ada orang yang merasa paling hebat, paling bersih dan paling pintar. Hanya untuk Jakarta lebih baik.
Hari Perdamaian Inernasional 21 September 2015
Azas Tigor Nainggolan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)
Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.