Anak adalah masa depan. Naikkan harga rokok sekarang juga.

By on October 17, 2017. Posted in , , , .

Peranan pemerintah untuk mengatur tentang pembangunan serta kemajuan bangsa sangatlah besar. Oleh karena itu dibutuhkan para pemikir progresif yang duduk di panggung pemerintahan agar dapat mengkaji serta memikirkan langkah yang paling efektif, efesien serta berguna bagi masyarakat. Pendukungan perindustrian sangat baik itu industri rumah tangga maupun besar mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah. alih – alih mendapatkan keuntungan besar dari industri untuk kepentingan masyarakat selalu menjadi statement utama yang diucapkan.

Pemikiran positivistik yang membuat permerintah melihat industri sebagai sebuah kemajuan tanpa melihat dampak beberapa industri yang mempunyai efek berbahaya jangka panjang. Salah satu industri besar tersebut adalah industri produk tembakau atau rokok. Industri ini menjadi kesayangan pemerintah Indonesia dengan bukti pemberian cukai rokok yang kecil yaitu sebesar 47 %. Padahal ketika kita lihat pemberian cukai, mengetahui rokok adalah termasuk barang yang berbahaya yang seharusnya pemerintah mengendalikan peredarannya.

Peningkatan produksi industri rokok selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya dan terbukti dengan terus melahirkan para perokok baru. Para perokok baru kebanyakan adalah kalangan remaja dan perempuan. Dukungan yang tidak terlihat diberikan pemerintah kepada industri rokok secara tidak langsung ditunjukkan dengan melihat bahwa generasi muda, anak – anak tidak lebih berharga dibandingkan perputaran serta kenaikan ekonomi untuk negara.

Efek yang ditimbulkan oleh rokok memang tidak terlihat secara langsung layaknya meminum sianida/racun. Rokok dapat menghancurkan generasi muda secara perlahan dan massal. Peredaran rokok dengan harga yang relative murah akan lebih mudah beredar dan dijangkau masyarakat miskin, anak-anak dan remaja. Terjangkaunya harga rokok juga diakibatkan oleh peluang menjual secara batangan atau eceran, ini sangat memudahkan anak–anak untuk membelinya.

Terus bertambah dan meningkatnya jumlah perokok baru ini adalah salah satu efek atas legalnya industri rokok, murahnya harga rokok, serta cukai rokok yang masih tergolong rendah dan beredar bebas. Padahal Presiden Jokowi sebenarnya sudah melakukan kampanye anti narkoba bersama pelajar-pelajar Jakarta di gedung Jakarta International Expo Kemayoran (11/10). Sikap presiden yang memberi perhatian khusus ini sebagai harapan masa depan yang baik dan cerah juga sehat. Seperti kita ketahui bersama juga bahwa kebiasaan merokok menjadi gerbang bagi seorang perokok menjadi pecandu narkotika. Seharusnya sikap dan perhatian presiden ini menjadi dorongan bagi Kementerian Keuangan untuk segera menaikkan cukai rokok setinggi-tingginya. Cukai yang tinggi akan berdampak pada kenaikan harga rokok yang mahal agar rokok tidak bisa dibeli oleh warga miskin dan anak-anak.

Jika pemerintah tidak menaikan harga rokok yang tinggi dengan proses kenaikan cukai yang tinggi pula, kemerosotan dan kehancuran generasi muda sudah diambang kenyataan. Peredaran rokok yang bebas tanpa kendali akan mudah merusak anak-anak yang merupakan sumber daya manusia Indonesia masa depan. Perhatian pemerintah sudah tepat pada bahaya narkotika dan rokok sebagai penghancur anak–anak masa depan Indonesia. Meskipun cukai rokok bukan satu–satunya alat kendali konsumsi rokok tetapi cukai rokok memiliki sarana menaikkan harga rokok agar tidak mudah dijangkau oleh anak-anak masa depan Indonesia.

Jakarta 17 Oktober 2017
Azas Tigor Nainggolan.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).
Kontak: 081381822567 dan 08159977041

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.