Buruknya Layanan Kereta Api

By on May 6, 2014. Posted in .

IMG-20140506-WA0000Naik kereta api, tut tut. Siapa ingin ikut?
Itu sepenggal lagu anak-anak yang menggambarkan betapa enaknya naik kereta api (KA).
Seiring dengan perkembangan jaman rupanya pelayanan kereta lamban bertambahnya rel KA. Rel yang dimiliki oleh PT KAI hingga saat ini rupanya masih peninggalan pejajahan Belanda dahulu.

Sedikit penambahannya yang dilakukan Indonesia. Bisa dibayangkan jika Indonesia tidak dijajah Belanda, mungkin tidak memiliki layanan kereta api? Kondisi terbatasnya perkembangan fasilitas ini menyebakan sering terganggunya layanan kereta api. Salah satu contohnya adalah akibat kecelakaan KA Bogowonto menabrak truk  barang atau kontainer di sekitar daerah Cileduk Cirebon, Jawa Barat pada sore hari Senin, 5/5/2014.

Kecelakaan  KA di Cirebon ini mengakibatkan layanan KA yang melalui lintasan di sana. Semua layanan KA khususnya antar kota mengalami keterlambatan perjalanan yang terganggu proses evakuasi KA yang bertabrakan.

Salah satu layanan KA yang terlambat akibat kejadi tabrakan di Cirebon itu adalah KA Argo Dwipangga jurusan Jakarta ke Jogyakarta. Rencana KA Dwipangga biasanya berangkat pk 08.00 wib dari stasiun Gambir Jakarta. Tapi pagi ini, selasa 6/5/2014 KA Dwipangga yang saya tumpangi baru datang dan berangkat dari stasiun Gambir sekitar pk 10.30 wib.

Keterlambatannya sangat lama yakni sekitar 2,5 jam tapi pihak PT KAI tidak tenang-tenang saja dan tidak malu-malu. Akibat keterlambatan keberangkatan ini tentunya akan mengganggu semua jadwal para pengguna KA Argo Dwipangga. Terbuang dan terganggunya perjalanan serta kegiatan terencana para pengguna KA hari ini, apakah men jadi keprihatinan dan diperhitungkan betul oleh PT KAI?

Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali tapi sudah sering kali berulang terjadi. Model sikap dan respon yang tidak bersahaja dan membiarkan penggunanya ini terus terjadi tanpa rasa malu.

Ada baiknya pihak PT KAI memiliki sebuah sistem operasional dan penanggulan masalah pelayanan untuk merespon kejadian atau kecelakaan KA. Sistem ini diperlukan agar tetap bisa menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna KA. Tidak hanya minta maaf dan membiarkan pengguna terbengkalai di stasiun dan berantakan agenda pekerjaannya atau perjalanannya.

Penulis: Azas Tigor Nainggolan

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.