Catatan Evaluasi Pelarangan Sepeda Motor Jakarta

By on January 21, 2015. Posted in .

Menurut saya kebijakan larangan itu gak efektif untuk memindahkan pengguna sepeda motor ke angkutan umum. Sejatinya kan harusnya begitu jika Jakarta mau lakukan pengendalian penggunaan kend pribadi dg kebijakan larangan melintas spd motor di jl Thamrin & Merdeka Barat. Justru yang terjadi adalah hanya memindahkan masalah saja.  Selama 1 bulan yang terjadi adalah  berpindahnya jalur perjalanan sepeda motor ke jln lain. Perpindahan ini sama akibatnya dengan kebijakan 3 in 1. Akibatnya jalan alyternatif sekitar Thamrin – Merdeka Barat jadi semrawut. Begitu pula coba lihat bus tingkat yg disediakan baru beberapa unit saja tetap kosong tidak ada penggunanya. Padahal awalnya bus tingkat itu katanya diberikan sebagai alternatif pengguna sepeda motor jika ingin melanjutkan perjalanannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa rute bus tingkatnya tidak sesuai dengan tujuan perjalanan berikutnya para pengguna sepeda motor. Nah jika  tujuan kita mau mengurangi kemacetan & kecelakaaan krn pengguna sepeda motor harusnya diperbaiki dulu layanan dan akses angkutan umumnya. Dahulunya kan para penggunan sepeda motor ini kan pengguna angkutan umum juga. Namun karena angkuntan umum layanannya dan aksesnya tidak sesuai kebutuhan maka mereka pindah menjadi pengguna sepeda motor. Nah setelah layanan dan akses angkutan umum diperbaiki baru mulai dilakukan kebijakan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi baik spd motor dan mobil pribadi. Apalagi kondisi harga BBM sekarang turun lagi menjadi murah. Jika layanan dan akses angkutan umum tidak diperbaiki juga pengemdalian tidak dilakukan secara taktis oleh pemprov Jakarta maka Jakarta akan teris semrawut dan macet tidak karuan.

Penulis: Azas Tigor Nainggolan (Ketua FAKTA)

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.