Data Dukungan Calon Independen Banyak Palsu

By on March 2, 2012. Posted in .

Menurut anggota KPU DKI Jakarta, Jamaluddin F Hasyim, kejadian pemalsuan data dukungan memang sudah diperkirakan terjadi sejak awal. Karena itu proses verifikasi dilakukan untuk memperkecil kecurangan yang dilakukan calon independen.

“Itu biasa dan pasti terjadi, kita ingin melihat berapa dokumen yang valid. Jadi tidaklah aneh,” ujar Jamaluddin.

Meski begitu, Jamaluddin juga belum mau memberikan informasi lengkap mengenai jumlah tanda tangan palsu tersebut. Sebab, proses verifikasi masih berjalan dan baru berakhir pada 27 Februari 2012. “Nanti akan kami umumkan. Mulai besok petugas baru akan memanggil nama pendukung yang tercantum,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU DKI Jakarta, Juri Ardiantoro, belum bersedia memberikan keterangan terkait persoalan itu. Konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat VIVAnews.com belum dijawab.

Sebelumnya, nama Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdansyah,? dicatut identitasnya sebagai warga Jakarta yang mendukung salah satu pasangan bakal calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen yang telah lolos. Padahal dia tidak pernah menyerahkan KTP sebagai bukti dukungan.

Panwaslu DKI Jakarta juga menemukan dukungan ganda, KTP yang kadaluarsa serta dukungan yang tercampur di beberapa kelurahan.

Sebelumnya, KPU Provinsi DKI Jakarta resmi memasukkan pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin serta Hendardji Soepandji-Rizal Patriya dalam pendaftaran calon independen. Sedangkan, pasangan Prayitno Ramelan-Teddy Suratmadji dinyatakan gugur akibat kurang dukungan dan gagal menyerahkan persyaratan hingga batas akhir waktu pendaftaran.

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.