Di China Tiket MRT Rp 2.500, Tapi Harga BBM Rp 12.000/Liter

By on December 7, 2012. Posted in .

“Di China itu MRT Rp 2500 atau 2 yuan, busway 0,5 sampai 1 yuan. Tapi, bensinnya Rp 12.000,” ungkap Djoko saat dihubungi detikFinance, Jumat (7/12/12).

Ia mengungkapkan, agar lebih murah dan efektif, subsidi BBM harus dicabut dengan kata lain harga BBM jadi mahal. Sehingga dapat memicu masyarakat untuk lebih banyak menggunakan transportasi massal.

“Di negara lain juga seperti itu. MRT murah, tapi bensinnya mahal,” lanjutnya.

Djoko menambahkan, mahalnya tiket MRT ini bisa disebabkan karena nilai proyek yang mahal juga, mengingat ini adalah proyek utangan Jepang yang dibuat dengan teknologi canggih.

“Masalah murah dan mahal itu relatif, ada yang bilang kalau dibuat di bawah tanah itu lebih mahal dibanding di atas tanah, ini teknologinya. Dan juga insyinyur Jepang itu mahal bayarannya,” ungkap Djoko.

Oleh karena itu, dikatakan Djoko, pemerintah pusat pun memiliki andil besar dalam hal ini. Kewenangan pemerintah untuk mencabut subsidi BBM akan berdampak sangat besar terhadap pembangunan MRT ini.

Pasalnya, jika BBM tak lagi disubsidi, anggaran itu bisa dialihkan ke pembangunan MRT, sehingga tak lagi mengandalkan utangan Jepang.

“Kalau dibebankan Pemda DKI itu malah berat, artinya tidak bisa tidak, pusat juga harus menolong. Uang dari mana, BBM jangan lagi subdsidi,” jelasnya.

Seperti diketahui banyak kalangan yang menyayangkan subsidi BBM semakin membengkak. Terlebih, subsidi itu dirasa tak tepat sasaran.

“Salah subsidi negara itu, subsidi BBM kita 93 persen digunakan oleh kendaraan pribadi. angkutan umum 3 persen. Kalau di rupiahkan tahun 2011, Rp 150 triliun habis oleh kendaraan pribadi. Kalau itu dialihkan, itu (MRT) nggak harus pinjem dari Jepang,” pungkas Djoko

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.