DKI Hapus Diskriminasi Kelas Rumah Sakit

By on January 7, 2011. Posted in .


?Dengan menjadikan seluruh layanan RSUD DKI menjadi Kelas III, berarti 1.650 kamar di enam RSUD DKI hanya akan menyediakan pelayanan kesehatan untuk kelas III saja. Dengan begitu kita sudah melampui jauh target pelayanan kelas III yang ditetapkan yaitu 60 persen dari enam RSUD di DKI Jakarta,? kata Dien Emmawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jumat (12/11).

Rencana tersebut dilakukan karena selama ini pelayanan dan perawatan kesehatan di Kelas III selalu penuh sesak dengan pasien, bahkan sampai tidak bisa lagi menampung pasien yang merupakan peserta jaring pengaman kesehatan keluarga miskin (JPK Gakin) dan surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, hingga saat ini penyediaan tempat tidur di Kelas II sudah mencapai 63 persen di enam RSUD DKI Jakarta, atau sebanyak 883 tempat tidur di Kelas III. Sedangkan total layanan kesehatan di enam RSUD DKI Jakarta mencapai 1.650 kamar yang terbagi menjadi empat golongan yaitu VIP, Kelas I, Kelas II dan Kelas III.

?Penumpukan pasien Kelas III di RSUD biasanya dikarenakan warga lebih percaya atau adanya fanatisme dirawat di RSUD lebih tinggi dibandingkan dengan rumah sakit swasta. Padahal Dinkes telah melakukan ikatan kerja sama dengan 85 rumah sakit swasta,? ujarnya

Akibatnya, banyak sekali kelas III di rumah sakit swasta kosong, sedangkan di RSUD terlalu penuh. Seperti yang terjadi di RSUD Pasarrebo dengan RS Polri Kramatjati yang berada berdekatan. Kelas III RSUD Pasarrebo lebih penuh dibandingkan RS Polri. ?Karena itu perlu adanya penyeragaman kelas di enam RSUD DKI,? tandasnya.

Salah satu RSUD yang telah siap melakukan penyeragaman kelas adalah RSUD Koja, Jakarta Utara. Rencananya RSUD Koja akan menghapuskan Kelas VIP, I dan II dan mengganti seluruhnya menjadi Kelas III. Saat ini, renovasi gedung RSUD Koja sedang dilakukan untuk menyediakan layanan kesehatan kelas III tersebut. Direncanakan renovasi selesai pertengahan Desember 2010.

Direktur Utama RSUD Koja, Togi Asman Sinaga mengatakan, selama ini, pelayanan kesehatan dibagi menjadi empat golongan, di antaranya Kelas III hanya tersedia 72 tempat tidur saja dari 187 tempat tidur. ?Dulu ada kelas VIP, I, II dan III. Sekarang kita rubah menjadi kelas III semua,? kata Togi.

Selain melakukan renovasi gedung lama, pihaknya juga membangun gedung baru untuk penambahan tempat tidur Kelas III. Sehingga pada Desember nanti, RSUD Koja sudah dapat melayani pasien Kelas III dengan jumlah tempat tidur menjadi 302 unit.

Dia mengakui selama renovasi gedung dilakukan, otomatis pelayanan kesehatan di RSUD Koja agak berkurang. Sehingga terpaksa pasien dirujuk ke rumah sakit lain seperti RSUD Tarakan dan Pasarrebo. Sayangnya banyak pasien yang tidak mau dirujuk ke rumah sakit lain, mereka lebih rela menunggu kamar kosong di RSUD Koja daripada berobat ke rumah sakit lain.

?Itu masalahnya, mereka tidak mau dirujuk ke rumah sakit lain. Mereka merasa lebih baik menunggu sampai ada kamar kosong. Jadi tidak benar kabar kalau kami menelantarkan pasien. Kalau saja pasien mau dirujuk, pasti dia akan mendapatkan pelayanan kesehatan secepatnya,? tegasnya.

Diungkapkannya saat ini tenaga kesehatan yang ada di RSUD Koja ada 687 orang, terdiri dari 60 dokter spesialis dan 260 perawat. Sisanya petugas administrasi dan petugas penunjang kesehatan lainnya. Untuk rehab gedung lama dan baru, telah dianggarkan sebesar Rp 10 miliar dari APBD DKI Jakarta.

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.