DPRD Segera Tetapkan RAPBD

By on December 8, 2011. Posted in .

Ferial mengatakan, selain pembahasan obilgasi daerah, hal lain yang masih dibahas adalah penyertaan modal kepada Bank DKI sebanyak Rp 250 miliar. “Hari ini pun masih ada rapat koordinasi terakhir membahas soal itu, Yang penting, kami upayakan bisa rapat paripurna minggu depan, kemudian kita berikan kepada Kementerian Dalam Negeri, lalu evaluasi bisa selesai sebelum Natal dan tahun baru,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yang juga merupakan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI, Triwisaksana, menerangkan, molornya penetapan dan pengesahan RAPBD DKI 2012 dikarenakan pembahasan anggaran di tingkat komisi belum selesai. “Di tingkat komisi itu terkendala masalah teknis, administrasi, dan rekapitulasi anggaran di masing-masing komisi. Ada juga beberapa pembahasan program yang belum selesai,” kata Triwisaksana. Untuk itu, pimpinan dewan sudah mendesak lima komisi DPRD DKI mempercepat pembahasan anggarannya.

Ketua Fraksi Gerindra, yang juga anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi, membenarkan bahwa ketidaksepahaman para anggota DPRD mengenai obligasi daerah yang menyebabkan pengesahan RAPBD 2012 molor. “Banyak yang mempertanyakan perlu tidaknya obligasi daerah. Fraksi Gerindra sendiri menolak pelaksanaan obligasi pada 2012,” kata Sanusi.

Jakarta butuh obligasi

Menanggapi tertundanya pengesahan RAPBD DKI 2012, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan bahwa penundaan tersebut masih dalam batas waktu yang wajar karena tahun anggaran 2011 masih berjalan. “Menurut saya, selama masih dalam tahun anggaran 2011, saya rasa belum terlalu terlambat-terlambat banget. Kecuali sudah lewat tahun anggaran 2011,” katanya.

Namun ia enggan mengomentari ketidaksepakatan para anggota dewan mengenai obligasi daerah. “Itu urusannya DPRD, tapi yang penting adalah kita butuh itu (obligasi daerah) untuk pembangunan Jakarta,” ujarnya. (sab)

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.