DTKJ: Jangan Biarkan Tarif Angkot Liar

By on July 11, 2013. Posted in .

Gambir, Warta Kota

ATNDesakan terhadap DPRD DKI Jakarta yang belum memberikan rekomendari tentang tariff baru angkutan umum, juga disampaikan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ).

“Kami minta secepatnya DPRD DKI mengeluarkan surat rekomendasi. Kalau tidak, maka DPRD telah membiarkan menaikan tariff secara illegal,” kata Azas Tigor Nainggolan, Ketua DTKJ, saat konferensi pers di kantornya di Jalan Suryopranoto, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (8/7).

Rekomendari itu, lanjut Azas, sangat penting agar Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, bisa mengeluarkan peraturan gurbenur (Pergub) mengenai kenaikan tarif.

Azas menjelaskan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi membuat para sopir angkutan umur menaikkan tarifnya secara ilegal. “Fakta di lapangan, kerap terjadi ketegangan antara sopir angkutan umum dan penumpang,” kata Azas.

DTKJ juga mendesak agar retribusi terminal, biaya izin trayek, biaya izin usaha, biaya pengujian kendaraan, dihapus, “Sehingga, dana tersebut bisa digunakan untuk merevitalisasi angkutan umum,” ungkap Azas.

Sementara itu, Musa Enyus, salah seorang awak angkutan umum, mengaku terpaksa menaikan tariff karena BBM sudah naik. “Kalau tarif nggak dinaikin, uang dibawa ke rumah nggak cukup. Makanya segara ditentuin tarif baru,” kata Musa.

Musa menganalogikan kondisiini sebagai adu domba. “Kita orang susah, sepertinya diadu sama orang lain. Kayanya DPRD seneng ngeliat orang pada berantem,” ungkap Musa.

Sedangkan Ary Subagyo Wibowo, sebagai pengguna jasa angkutan umur yang juga anggota DTKJ mengaku kecewa atas lambatnya penetapan tarif angkutan umum.

“Saya kecewa kepada DPRD DKI Jakarta. Jangan pencitraan terus, segera diterapkan apa yang sudah direkomendasikan Gurbenur dan DTKJ supaya tidak ada tarif liar,” Kata Ary (m17)

 

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.