Fakta: Sekolah Dilarang Lakukan Pungutan

By on June 4, 2013. Posted in .

Jakarta, GATRAnews – Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) menegaskan, seharusnya sekolah tidak melakukan pungutan terhadap siswanya, mulai dari kelas I hingga kelas VI, karena sudah ada Biaya Operasional Pendidikan (BOP) tahun ajaran 2012/2013.

“Itu sudah sesuai intruksi kepala dinas pendidikan provinsi DKI Jakarta No 1526/2012, tanggal 16 Juli 2012, isinya para kepala sekolah wajib membebaskan seluruh biaya pendidikan sekolah dasar, karena telah dialokasikan dana BOP,” tegas Ketua Fakta, Azaz Tigor Nainggolan, saat mendampingi enam orangtua siswa kelas II SDN 25 Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur, di kantor KPAI, Jakarta Pusat, Senin (15/4).

Orangtua yang didampinginya, tergabung dalam Mama Peduli. Mereka melaporkan guru dan kepala sekolah SD ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), karena kerap melakukan pungutan liar dan intimidasi kepada siswa yang orangtuanya menolak membayar pungutan tersebut.

Ketua Mama Peduli, Noviana Eka Purnama, mengatakan, pengaduan tersebut dilakukan karena pihak sekolah kerap melakukan pungutan liar. orangtua yang tidak memenuhi pungutan tersebut, maka anaknya akan mengalami intimidasi, seperti perkataan tidak layak kepada anaknya.

Pungutan itu meliputi: uang kas (Rp 15 ribu/siswa/bulan), membeli pot bunga Rp 15 ribu, pagar sekolah Rp 100 ribu, pembuatan ruang tunggu ortu Rp 20 ribu, pembangunan musholla Rp 200 ribu, ID card atau kartu pelajar Rp 30 ribu, buku tulis berlogo sekolah 5 buah Rp 30 ribu, biaya lomba tari Rp 20 ribu, dan acara Maulid Nabi Rp 10 ribu.

Pada awal masuk sekolah, siswa diwajibkan membayar Rp 435 ribu untuk pakaian seragam siswa, THR Guru Rp 600 per semester, gaji Satpam Rp 150 per bulan, serta biaya karya wisata tahun 2012-2013 sebesar Rp 150 ribu. (IS)

Sumber : gatra.com, 15 April 2013

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.