Gedung yang Sediakan Kawasan Merokok akan Diumumkan di Media

By on April 2, 2011. Posted in .


“Waktu launching pada bulan Oktober 2010 bersama Gubernur DKI perihal Pergub ini, semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berkomitmen? 6 bulan ke depan yaitu tepatnya April 2011 ini, maka kita akan melakukan penegak hukum yaitu dengan memberikan sanksi hukum kepada gedung-gedung yang melanggar,” ujar Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, Peni Susanti.

Hal itu dia sampaikan di sela-sela acara ‘Pembekalan Pengawasan dan Penegakan Hukum Kawasan Dilarang Merokok’ di gedung Nyi Ageng Serang Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Peni mengatakan, pemberian sanksi tentunya akan dilakukan secara bertahap. Ada 4 tahapan yang akan dilalui sebelum akhirnya tempat itu ditutup jika tidak mengindahkan teguran yang disampaikan Pemprov DKI.

“Memberikan teguran berupa peringatan tertulis, kemudian diumukan ke media tempat-tempat yang melanggar Pergub tersebut, melakukan penghentian sementara kepada pihak manejemen, dan kalau terus membandel kita pastikan akan ditutup,” tegasnya.

Dia mencontohkan, misalnya satu restoran yang berada di dalam gedung pusat perbelanjaan menyediakan tempat merokok. Jika restoran itu tidak mengindahkan aturan yang dikeluarkan, maka DKI akan memberikan sanksi hanya pada restoran itu.

“Jadi tidak instansinya. Kita akan umumkan di media biar mereka lebih malu,” tambahnya.

Selama proses sosialisasi Pergub sejak 2010-2011, BPLHD telah melakukan pengawasan pada 422 gedung baik pemerintah maupun swasta. Dari 422 gedung tersebut, sebanyak 92 gedung masuk dalam kategori buruk dalam pelaksanaa KDM. Sayangnya, gedung mana saja itu, Peni tidak menyebutkannya.

Tidak hanya itu, langkah pengawasan juga dilakukan BPLHD dengan membuka call center untuk menampung aduan masyarakat. “Dan dalam 4 bulan itu, kita menerima 166 pengaduan dari masyarakat,” jelasnya.

Agar penerapan ini berhasil BPLHD berharap adanya kerja sama dari semua pihak. Karena tanpa dukungan seluruh komponen masyrakat penerapan Pergub ini tidak akan berhasil.

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.