Iklan Rokok, Menjual Kematian. Uang Bisnis Rokok, Uang Darah Sebuah Studi Hukum Larangan Reklame Rokok Luar Ruang Untuk Jakarta

By on June 20, 2011. Posted in .

Menurut majalah Forbes, dikatakan bahwa orang terkaya di Indonesia yakni R. Budi dan Michael Hartono. Posisi? sebagai orang paling kaya di Indonesia Indonesia yakni R. Budi dan Michael Hartono sejak tahun 2009? dengan kekayaan sebesar US$ 4.1 billion dan tahumn? 2011 ini akan tetap TOP di tahun 2011 dengan kekayaan diperkirakan sebesar? US$ 11 billion (Rp 110 Trilyun), Kekayaan yang sangat luar biasa ini mereka perloleh dengan mengusahakan pabrik penghasil rokok DJARUM.? Melihat angka fantastis ini membuat kita tercengang dan berpendapat bahwa memang Rokok DJARUM sungguh super dan super pembunuh.

Salah satu upaya yang dilakukan industri rokok meningkatkan penggunaan produk tembakau atau rokok adalah dengan beriklan secara gila-gilaan di kota-kota, desa-desa hingga ke komunitas tempat tinggal.? Induistri rokok beriklan dan melakukan promosi seolah produknya sehat dan tidak beermasalah serta menjual mimpi-mimpi agar anak-anak, remaja dan kaum perempuan tertarik menjadi perokok. Ikmlan atau reklame bebas ini diperoleh bukan barang gratis tetapi juga disertai dengan intervensi luar biasa industri rokok kepada pemerintah-pemerintah kota atau negara agar produk mereka selalu menjadi barang legal dan bebas diiklan. Sejak tahu 1999 terdeteksi? bahwa LIMA JUTA penduduk dunia ini mati terbunuh oleh rokok. yang hidup hari ini (th 1999),? Korban tersebut lebih dari separohnya adalah anak-anak dan remaja. Melihat jahatnya pembunuhan oleh rokok ini dapat disimpulkan bahwa korban rokok melebihi seluruh korban jiwa dari:

  1. Jumlah korban jiwa Perang Dunia I & II
  2. Korban letusan gunung Krakatau, Merapi, gempa Nias, Jogja dan Padang, Di luar negeri: Cina, India, Italia, Jepang, kebocoran? pembangkit tenaga nuklir di Chernobyl? dan Fukushima.
  3. Seluruh korban Tsunami Aceh, Jepang, Bangladesh, Hurricane Katrina, Atlanta.
  4. Seluruh korban kecelakaan lalu lintas darat, laut & udara, kebakaran, narkoba, miras, keracunan minuman / makanan.
  5. Ditambah semua korban penyakit Demam Berdarah, SARS, Flu Burung, H1N1, HIV/AIDS, MALARIA & TBC.

Jumlah korban yang besar ini menuntut kita melakukan penanggulangan dan pengendalian penggunaan rokok. Wajar jika kita mengatakan bahwa Iklan Rokok itu Menjual Kematian dan Uang Bisnis Rokok itu Uang Darah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk itu salah satunya adalah mengendalikan sebaran informasi bohong yang sering dimuat dalam iklan rokok. Pengendalian tersebut dapat dilakukan melalui kebijakan melarang secara total keberadaan iklan atau reklame media luar ruang yang ada di sekitar kita. Jakarta sebagai ibu kota negara Republik Indonesia saat ini ruang terbukanya dipenuhi berbagi macam reklame media luar ruang produk rokok. Iklan tersebut merambah dan meracuni warga Jakarta hingga ke komunitas-komnitas warga bahkan sampai ke kegiatan seharian warga seperti kegiatan pendidikan, keagamaan dan kesehatan. Cara liar dan jahat ini perlu dihentikan oleh kota Jakarta seluruh masyarakat global secara kompak bersama. Jika tidak dilakukan pengendalian penggunaan dan dampak dari penggunaa produk tembakau seperti rokok maka di tahun 2030 tembakau akan menjadi penyebab tunggal terbesar kematian di seluruh dunia.

Setiap tahun terdapat 200.000 orang meninggal akibat rokok di Indonesia dan biaya kesehatan untuk penyakit yang terkait rokok mencapai Rp 2,9 sampai Rp 11 triliun per tahunnya.? Besar angka dampak bahaya rokok menjadikan kita mengatakan bahwa mengiklankan rokok adalah menjual kematian manusia.? Sangatlah penting bagi industri untuk selalu menarik konsumen rokok baru di setiap saat atau kesempatan. Kebanyakan para perokok memulai hidupnya menjadi perokok rata-rata pada usia sangat muda yakni umur 14 tahunan. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga banyak anak-anak di bawah usia 14 tahun ini sudah menjadi perokok (Baby Smoker). Selain itu juga para perempuan muda dijadikan sasaran khusus industri rokok agar para perempuan itu menjadi perokok aktif. Anak-anak dan perempuan saat ini menjadi sasaran utama industri rokok agar mereka menjadi perokok karena jumlahnya yang sangat besar.? Menarik perhatian atau mempengaruhi? anak muda atau remaja dan perempuan menjadi perokok baru merupakan strategi yang sekarang ini diikembangkan industri rokok melalui reklame atau iklan rokok karena:

  • Di seluruh dunia jumlah perempuan masih? jauh kurang ketimbang jumlah laki-laki perokok.
  • Di negara maju jumlah kaum laki merokok mulai menetap dan cenderung berkurang.
  • Jumlah perempuan yang ingin merokok malah bertambah (feminis/emansipasi), hingga merupakan pangsa pasar industri rokok
  • Jumlah anak-anak? dan remaja yang ingin merokok terus bertambah

Pilihan sasaran ini dikarenakan para anak-anak, remaja dan kaum perempuan mudah sekali dibohongi atau dibuai dengan rayuan bahasa-bahasa iklan.? Sekarang mayoritas perokok mulai merokok pada usia 14 tahun-an. Menggunakan iklan atau pemasaran produk rokok oleh industri rokok menjadi sangat penting.

Menguasai media iklan baik cetak atau elektronik dan dalam ruangan atau di luar ruangan adalah salah satu tujuan atau cara pemasaran industri rokok.? Kebebasan mengiklankan rokok menjadi sangat penting dan industri rokok berani membayar mahal untuk beriklan dan mengatur agar tidak ada peraturan yang melarang iklan rokok. Banyak cara dan taktik busuk industri rokok untuk mengakali atau lepas dari jeratan aturan yang membatasi dan melarang iklan atau pemasaran rokok di sebuah kota atau negara. Ada saja peluang dan cara busuk dilakukan industri rokok yakni misalnya dengan mempengaruhi pemerintah atau pembuat kebijakan agar tidak membuat peraturan yang melarang iklan atau pemasaran rokok. Sementara itu trend atau perkembangan global saat ini sudah sangat sadar akan bahaya rokok dan asap rokok. Banyak negara atau kota yang terus mempersempit ruang merokok, ruang pemasaran rokok juga ruang iklan bagi produk rokok. Perkembangan kesadaran inilah yang menjadi sasaran untuk dirubah oleh upaya advokasi industri rokok agar tidak ada larangan menyeluruh atau sebagian terhadap ruang untuk merokok atau iklan rokok. Ada saja dan memang industri rokok terbukti sangat cerdik? menemukan cara sangat kreatif untuk mempopulerkan nama dagangnya, terutama di kalangan generasi muda dan perempuan. Advokasi keras dan licik itu terutama dilakukan oleh industri rokok di negara-negara yang belum meratifikasi Frame Work Convention on Tobacco Control (FCTC) dan belum memiliki peraturan lengkap di bidang Tobacco Control (TC). Salah satunya adalah di Indonesia yang juga merupakan salah satu negara produsen dan negara dengan jumlah perokok sangat besar yakni sekitar 70 juta orang perokok.

Melihat rokok itu bersifat adiktif, karsinogenik dan membunuh perokoknya maka urusan pengendalian pemasarannya dan promosi (iklannya) rokok (tembakau) adalah menjadi urusan publik dimana pemerintah memiliki tanggung jawab mengatur juga mengendalikannya.Campur tangan pemerintah ini didasari oleh kewajiban pemerintah melindungi warga negaranya dari kematian secara masif akibat dari rokok dan dampak iklan rokok yang menyesatkan.?? Tanggung jawab pemerintah inilah yang menjadikan pentingnya sebuah kebijakan pelarangan total iklan, promosi dan sponsorship rokok mesti dilakukan sekarang juga.

Kota Jakarta saat ini berpenduduk sekitar 11 juta orang pada siang hari atau 9 juta orang pada malam hari merupakan sasaran empuk industri rokok untuk memasarkan rokok dan kebebasan? beriklan luar ruang produk rokok. Memang saat ini ruang bagi perokok di Jakarta sudah semakin kecil dan tidak bebas setelah gubernur Jakarta Fauzi Bowo mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor: 88 tahun 2010 tentang Kawasan dilarang merokok. Berdasarkan Pergub 88 ini memang diatur bahwa para perokok tidak boleh merokok di 7 kawasan yakni di kawasan pendidikan, pelayanan kesehatan (rumah sakit), tempat ibadah, tempat bekerja, arena bermain anak-anak, tempat umum dan di angkutan umum. Berdsasarkan Pergub 88 ini gedung-gedung di 7 kawasan tersebut sudah tidak boleh lagi menyediakan ruang merokok dan perokok hanya boleh merokok di ruangan terbuka. Aturan ini jelas membuat industri rokok juga para perokok menjadi kesal dan berusaha untuk melakukan perlawanan.

Semangat memulai atau membatasi reklame rokok di Jakarta sebenarnya sudah ada sejak tahun 2006 lalu. Kebijakan tersebut cukup menggembirakan dan pertanda Jakarta memiliki melindungi kota dan warganya.? Saat ini? setidaknya pemda Jakarta memiliki dua peraturan yang membuat perusahaan rokok sulit memasang reklame di Jakarta. sudah diatur tentang keberadaan iklan rokok di luar ruang (Billboard) di Jakarta. Pengaturan tersebut misalnya saja dengan mengatur larangan iklan billboard rokok? di kawasan kendali ketat di 4 jalan utama Jakarta yakni di jalan Sudirman, Thamrin, Rasuna Said dan jalan Gatot Subroto melalui larangan reklame rokok di 4 wilayah Jakarta? tersebut diatur dengan Peraturan Gubernur (Pergub)? nomor: 23 Tahun 2006 tentang Penyelenggaran Reklame? di Kawasan kendali ketat di Provinsi DKI Jakarta.? Selain itu juga saat ini ditetapkan kebijakan menambahkan pajak iklan bagi iklan billboard rokok di seluruh kawasan Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menambahkan sebesar 25% pajak iklan rokok bagi iklan billboard (luar ruang) di kawasan Jakarta melalui Perda no: 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Reklame dan Perda nomor: 2 Tahun 2004 tentang Pajak Reklame.?

Dua upaya kebijakan tersebut semangatnya memang? untuk memulai pengetatan iklan (billboard) rokok oleh pemprov Jakarta.? Rupanya dua kebijakan awal pembatasan ini tidak membuat industri rokok menyerah begitu saja. Tetap saja industri yang bekerja sama dengan perusahaan Biro Reklame dan secara melanggar hukum dengan pegawai pemda Jakarta menembus agar tetap bisa memasang reklame di 4 jalan strategis tersebut.?? Upaya melanggar hukum itu menurut salah seorang sumber yakni seorang pekerja Biro Reklame di Jakarta terlihat dengan banyaknya reklame rokok di 4 jalan yang dilarang