ITC Cempaka Mas Digugat Soal Rokok

By on October 7, 2011. Posted in .

“Kan, sudah ada peraturannya. Pusat perbelanjaan itu salah satu tempat yang merupakan kawasan dilarang merokok,” kata Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan, Rabu (5/10/2011).

Selain kepada PT Duta Pertiwi, Fakta juga melayangkan gugatan yang sama kepada Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta. Kedua pihak dianggap melanggar Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok.

Azas mengatakan, sejak tahun 2008, pihaknya telah melakukan survei terhadap pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta. Hasil survei itu memperlihatkan sekitar 50 persen dari 85 pusat perbelanjaan di DKI Jakarta melanggar peraturan dilarang merokok. Pada 2010, jumlah pelanggaran menurun menjadi 35 persen. “Kami sudah coba somasi yang melanggar tersebut, tetapi tidak ada perubahan,” kata Tigor.

Menurut dia, penerapan kawasan dilarang merokok di pusat perbelanjaan sudah tepat. Hal ini mengingat pengunjung pusat perbelanjaan sebagian besar adalah keluarga yang juga memiliki anak kecil. Keberadaan perokok aktif, kata Azas, akan membahayakan para perokok pasif di tempat-tempat tersebut.

Azas mengemukakan, banyak pengelola gedung yang masih membiarkan orang-orang merokok di area terlarang dalam pusat perbelanjaan. Ia mengajukan gugatan ke PN Jakarta Pusat untuk memberi efek jera kepada pihak pengelola pusat perbelanjaan ini.

“BPLHD ikut kami gugat karena seharusnya dia melaporkan dan menindak siapa yang melanggar. Tapi, nyatanya tidak ada tindakan juga dan diam saja,” ujarnya.

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.