Jakut Tetapkan 43 Lokasi Sementara Bagi PKL

By on February 26, 2012. Posted in .

Karenanya, melalui Pergub No 80 Tahun 2009 tentang Lokasi Sementara Usaha Mikro/Pedagang Kaki Lima di Provinsi DKI Jakarta, disediakan sejumlah lokasi untuk berjualan bagi para PKL. Dengan demikian, diharapkan PKL tidak lagi berjualan di lokasi yang bukan pada tempatnya.

Kepala Sudin Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKM) Jakarta Utara, Almont Daniel mengatakan, melalui peraturan tersebut, pihaknya di tahun 2011 lalu menetapkan sebanyak 43 lokasi sementara dengan jumlah PKL legal sebanyak 2.890 PKL. “Untuk tahun ini jumlahnya masih didata. Tapi kami yakin jumlahnya tak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Setiap PKL yang legal akan diberikan tanda berupa tulisan usaha kecil dan menengah (UKM) yang menempel di dinding lapaknya disertai keterangan lokasi sementara,” ujar Almont, Selasa (31/1).

Dikatakan Almond, PKL yang legal adalah pedagang yang telah mendapatkan usulan dari kelurahan dan kecamatan setempat untuk kemudian
di data sebagai UKM di Jakarta Utara. Sedangkan, lokasi sementaranya diperuntukkan hanya untuk 1 tahun dan kemudian dievaluasi kembali. “Bila nantinya di lokasi tempat mereka berjualan ada keluhan dari masyarakat atau lokasi tersebut dibangun fasilitas umum oleh instansi terkait,? mau tidak mau mereka harus pindah. Hal inilah yang mereka harus paham, karena tempat ini hanya sementara,” tegasnya.

Ditambahkannya, ke-43 lokasi sementara di Jakarta Utara berada di 17 lokasi di Tanjungpriok, 1 lokasi di Koja, 4 lokasi di Cilincing, 14 lokasi di Penjaringan, 4 lokasi di Kelapagading dan 3 lokasi di Pademangan.? “Lokasi sementara yang terbanyak beraada di kecamatan Tanjungpriok, karena letaknya ramai dan juga pedagangnya banyak,” tandasnya.?

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.