Jasa Marga Dinilai Lalai Antisipasi Penutupan GT Karawang Barat

RMOL. Macet horor kembali terjadi di ruas Tol Jakarta- Cikampek pada Jumat (21/10). Insiden ini menjadi viral di media sosial. Hujatan netizen pun menghiasi lini masa sejak Jumat sore.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola ruas Jakarta-Cikampek meminta maaf kepada pengguna jalan tol atas insiden tersebut. Kemacetan terjadi akibat ditutupnya Gerbang Tol (GT) Karawang Barat 2.

Asistent Vice President Cor­porate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru men­gatakan, mulai Sabtu (21/10), akses keluar via GT Karawang Barat telah dibuka kembali se­cara bertahap.

“GT Karawang Barat 2 ditu­tup sejak tanggal 19 Oktober 2017 pukul 18.00 WIB akibat pekerjaan perbaikan di ruas Tol Jakarta-Cikampek Km 47 arah Cikampek. Mulai 09.35 WIB telah dibuka kembali dan sudah dapat dilintasi oleh kendaraan kecil,” kata Heru dalam keteran­gan resmi Jasa Marga.

Heru menambahkan, sementa­ra untuk kendaraan besar, masih sempat dialihkan keluar di GT Karawang Barat 1 sebelum akses menuju GT Karawang Barat 2 kembali dibuka normal untuk seluruh pengguna jalan.

“Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada Jumat malam. Kami berterima kasih atas kesabaran pengguna jalan dalam mengh­adapi imbas kepadatan yang ter­jadi selama proses perbaikan,” tegas Heru.

Heru mengatakan, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol untuk selalu berhati-hati dan terus mengantisipasi perjalanan melalui informasi terkini yang dapat diakses melalui Call Cen­tre Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080.

Bisa Menggugat

Pengamat transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Naing­golan mengatakan, masyarakat pengguna jalan tol bisa melaku­kan gugatan terhadap pengelola tol jika merasa di rugikan.

“Untuk efek jera, masyarakat bisa lakukan gugatan. Karena ini bentuk kelalaian pengelola jalan tol,” kata Azas kepada Rakyat Merdeka.

Azas menyebut, seharusnya Jasa Marga sudah menyiapkan antisipasi saat kondisi ruas tol su­dah sangat padat, dengan menu­tup pintu masuk atau memasang pemberitahuan di jalan tol.

“Kenyataannya, kendaraan tetap dibiarkan masuk, dan akhirnya terjebak berjam-jam di jalan tol. Kalau penyampaian informasinya bagus, hal ini tidak akan terjadi,” tegas Azas.

Seperti di ketahui, sejak Jumat sore media sosial seperti Twitter, Instagram dan WhatsApp di he­bohkan dengan postingan macet horor Tol Jakarta-Cikampek.

Pengguna Twitter dengan akun @iyutVB menulis “Laknat banget ini macet tol Cikampek. Ada apaan yah?”.

Bahkan akun @mr_andywu ikut memention akun Twitter Jasa Marga dengan menulis, “@ RadioElshinta@jasamarga kami mohon lain kali kalau ada penu­tupan gerbang disosialisasikan dan cara waktu yang baik lebih dulu.”

Sementara akun @fudgezig me­nyindir “Cawang ke Bekasi 4 jam ajah. Nuhun Jasamarga”.

Print Friendly, PDF & Email