Jokowi: “Bangun Segera Koneksi  (Integrasi) Transportasi Massal Jabodetabek”. Catatan Singkat tentang Integrasi LayananTransportasi Umum Massal.

No. Reg Rilis 005/RLS/I/2019

Jokowi: “Bangun Segera Koneksi  (Integrasi) Transportasi Massal Jabodetabek”.
Catatan Singkat tentang Integrasi LayananTransportasi Umum Massal.

Pagi ini di kantor FAKTA, saya diwawancara oleh i-News TV tentang integrasi transportasi masa di Jabodetabek. Teman wartawan i-News memberi informasi bahwa presiden Jokowi dalam rapat terbatas (Ratas) meminta agar membangun koneksi semua moda transportasi umum massal di Jabodetabek.

“Bang kenapa masyarakat masih enggan menggunakan transportasi massal hingga hari ini”, tanya kawan wartawan  i-NewsTv kepada saya. Saya menjawab bahwa masyarakat enggan menggunakan transportasi massal karena layanan transportasi  umum massal di Jabodetabek masih belum bagus dan belum akses. “Keengganan masyarakat itu membuat mereka lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor pribadi. Akibatnya Jakarta terus macet dan memang pemprov Jakarta tidak ada upaya mau mengurai kemacetan itu. Harusnya pemprov Jakarta segera membangun integrasi layanan transportasi umum massal di Jakarta sehingga mudah diakses dan jadi pilihan bertransportasi masyarakat. Jangan seperti sekarang pemprov Jakarta belum juga membangun sistem integrasi menyeluruh transportasi umum massal di Jakarta. Harusnya pemprov Jakarta bekerja sama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) membangun integrasi layanan transportasi umum massal di Jakarta dan kota disekitarnya. Ide atau permintaan presiden Jokowi, agar dibangun koneksi atau integrasi transportasi umum massal di Jabodetabek adalah jawaban untuk memperbaiki layanan transportasi massal dan mengurai kemacetan Jakarta. Jika layanan transportasi massal dibangun secara baik koneksi atau integrasinya maka akan membuat masyarakat lebih menggunakan angkutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadinya di rumah. Nah seharusnya gubernur Jakarta, Anis Baswedan bekerja sama dengan BPTJ membangun sistem integrasi layanan Transjakarta serta angkot di Jakarta  dengan moda angkutan massal  MRT serta LRT yang dikelola oleh pemerintah nasional. Sebaiknya gubernur Jakarta tidak berpikir sektoral atau Jakarta saja. Jakarta adalah kota bagi masyarakat dari  kota di sekitarnya (BoDeTaBek) juga”, saya jelaskan kepada wartawan i-News dalam wawancara tadi.

Memecahkan masalah kemacetan Jakarta tidak sulit, masalahnya sudah jelas dan jalan keluarnya juga sudah jelas. Jakarta macet karena masyarakat lebih menggunakan kendaraan pribadi karena layanan transportasi umum massalnya masuk belum baik karena pemerintah provinsinya belum bekerja baik juga. Memecahkan kemacetan Jakarta mudah saja, pemerintah provinsinya bekerjalah dengan baik yakni membangun integrasi  layanan transportasi umum massal yang baik, kendalikan penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta dengan meningkatkan biaya serta kesulitan masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadinya. Ya jadi untuk memecahkan masalah kemacetan Jakarta mudah saja memang, implementasikan ide atau permintaan presiden Jokowi transportasi umum massal secara baik dengan kerja baik  pemprov Jakarta. Segera pemprov Jakarta membuka peluang Transjakarta dan moda transportasi lain di Jakarta diintegrasikan dengan MRT dan LRT, layanan moda transportasi umum massal yang dikelola oleh pemerintah nasional. Tidak hanya bikin JakLingko  untuk Transjakarta dan angkot semata, masih terlepas dari layanan MRT serta LRT nantinya.

Jakarta, 9 Januari 2019

Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email