Jokowi Diminta Sabar Hadapi Warga Pluit

By on June 3, 2013. Posted in .

“Sebaiknya pihak pemprov Jakarta bicara secara intensif bersama warga untuk membangun solusi untuk warga.”

VHRmedia, Jakarta – Menyikapi penolakan relokasi warga yang tinggal disekitar Waduk Pluit, Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan Gubernur Joko Widodo tak menghadapinya dengan keras.

Resistensi warga mesti dihadapi dengan dialog intensif. Sehingga polemik antara Pemda DKI Jakarta, Komisi Nasional Hak Asasi Nasional dan warga sekitar waduk Pluit tak terus berlarut. “Sebaiknya pihak pemprov Jakarta bicara secara intensif bersama warga untuk membangun solusi untuk warga.”

Sejauh ini Azas melihat pendekatan pada warga sekitar Waduk Pluit terlihat sedikit keras karena melibatkan pasukan Brimob. Meski bermaksud baik, tapi membawa polisi akan membuat resistensi warga kian kuat. Karena di benak warga kedatangan polisi adalah perwujudan tindakan represif.

“Ada yang harus diperbaiki agar tidak ada resistensi dari warga. Kalau pendekataan dengan membawa pasukan Brimob itu sebaiknya jangan dulu. Janganlah gunakan aparat, persepsinya selalu pada kekerasan.”

Azas juga menyorot peristiwa penggusuran warga yang dilakukan Satpol PP dan polisi, di Jatinegara. Warga di gusur dari lahan yang diklaim milik PT Buana Estate. Dia mempertanyakan tindakan Satpol yang terkesan mewakili pihak perusahaan.

“Satpol PP dan Polisi jadi bulduser PT Buana Estate menggusur warga lahan Srikandi, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Kok gubernur membiarkan Satpol PP dibayar untuk menggusur warganya sendiri?.” (E2)

Sumber : vhrmedia.com, Priyatno / VHRmedia, Kamis, 23 Mei 2013

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.