JP3 Mohon Presiden Tolak RUU Tembakau

By on February 17, 2017. Posted in .

RUU-pertembakauan-tolak-400x241JAKARTA, suaramerdeka.com – Presiden Joko Widodo dimohon untuk menolak pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Pertembakauan. Sebab tujuan RUU tersebut  bisa menghambat Indonesia berhasil dalam menghadapi bonus demografi.

Koordinator Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3), Magdalena Sitorus mengatakan pertimbangannya,  produk tembakau adalah zat adiktif yang sifatnya beracun, mutagenic, dan karsinogenik serta dapat membahayakan kesehatan dan masa depan generasi muda sehingga pengaturannya dalam UU yang bertujuan untuk mengatur produksinya (UU No. 36/2009 tentang Kesehatan) sangat bertentangan dengan etika dan peraturan perundangan-undangan.

Berdasarkan Keputusan MK dengan Putusan Nomor 34/PUU-VIII/2010, lanjut Magdalena, RUU Pertembakauan dinyatakan tidak layak untuk dibuat menjadi undang-undang.  Selain itu tujuan RUU Pertembakauan bertentangan dengan upaya Presiden RI dalam mencapai Nawacita, menjadi tantangan untuk mencapai target Sustainable Development Goal’s, mempersulit pemberantasan narkoba.

Upaya yang disampaikan dalam RUU Pertembakauan hendaknya memperhatikan dampak produk tembakau bagi kesehatan, lingkungan, pertanian, dan sosial ekonomi sehingga dapat memahami bahwa dalam jangka panjang upaya meningkatkan produksi tembakau dan industrialisasi produk tembakau akan merugikan Indonesia dan menempatkan kelompok masyarakat miskin, generasi muda, dan perempuan sebagai kelompok masyarakat yang paling rentan.

Selain itu dia menilai RUU Pertembakauan sangat diskriminatif karena hanya mengatur tanaman yang terpusat hanya  di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTB, dibandingkan dengan tanaman yang menguasai hajat hidup orang banyak seperti padi, umbi-umbian, dan tanaman palawija yang menjadi sumber makanan pokok seluruh rakyat Indonesia. “Arah pengaturan RUU ini sangat jelas menguntungkan pihak industri rokok,” ujar Magdalena di Jakarta, Rabu (15/2).

Hal ini juga disampaikan kepada Presiden Jokowi melalui surat tertanggal 31 Januari 2016. Dengan mengatur industri hasil tembakau, maka Undang Undang ini memicu meningkatnya konsumsi zat adiktif nikotin dari tembakau;

Magdalena menegaskan, tujuan RUU Pertembakauan untuk menyejahterakan petani tidak sesuai dengan kondisi faktual karena luas lahan dan jumlah produksi tembakau tidak bertambah, sebaliknya impor naik dari tahun ke tahun.

 

sumber: http://berita.suaramerdeka.com/jp3-mohon-presiden-tolak-ruu-tembakau/

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.