Kasatpol PP DKI Belum Lihat Video Ombudsman Soal Atur Lapak

Jakarta – Kasatpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu mengaku belum pernah melihat video investigasi Ombudsman soal dugaan oknum Satpol PP yang bisa mengatur lapak pedagang kaki lima (PKL). Yani baru tahu soal video itu dari media massa.

“Sampai dengan saat ini saya belum menerima video itu dan saya belum lihat video itu. Kan baru katanya dari media ada videonya. Nah saya sampai saat ini belum lihat tuh ada videonya,” kata Yani di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Dia berharap Ombudsman dapat memperlihatkan atau memberikan video hasil investigasi tersebut kepada Satpol PP. Dengan begitu, Yani dapat mengklarifikasi kebenaran isi video.

“Barangkali Ombudsman memberikan video itu ke kita kemudian kami akan cek video itu kebenarannya saya baru bisa mengklarifikasi atau saya bisa menjawabnya,” ujarnya.

Hingga saat ini Yani baru menerima laporan tertulis dari hasil investigasi tersbeut. Data-data yang diberikan dalam laporan tersebut menurut Yani hanya berupa inisial nama dari oknum yang diduga Satpol PP tersebut.

“Hanya inisial-inisial saja. Kan inisial susah ya. Bisa A bisa B bisa C. Kan anggota banyak ya. Anggota saya 4.950, ada inisial A ada inisial B. Masa saya mau cariin satu-satu,” tuturnya.

Yani mengaku akan berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terkait soal video investigasi Ombudsman.

“Kita akan meminta. Sampai saat ini kan kami punya pimpinan. Nanti kami akan minta saran pada pimpinan terkait video itu,” ujarnya.

Ombudsman sebelumnya memutar video rekaman investigasi dugaan maladministrasi penertiban pedagang kaki lima (PKL). Video diputar untuk membuktikan adanya penyimpangan sekaligus menjadi rekomendasi untuk perbaikan.

Video yang diputar menunjukkan investigasi tim Ombudsman pada 9-10 Agustus. Investigasi dilakukan di sejumlah tempat yakni Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Pasar Tanah Abang, Stasiun Tebet, dan kawasan sekitar Mal Ambasador. Ada 10 asisten yang memantau penataan dan penertiban PKL oleh Satpol PP.

Ada dua video yang diputar. Pertama, video soal kesemrawutan lokasi yang dipantau. Sedangkan video kedua berisi percakapan investigator dengan orang diduga preman dan oknum Satpol PP.

Dalam perbincangan, oknum Satpol PP menyatakan bisa mengatur lapak berjualan di dekat Menara Imperium, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel.

Print Friendly, PDF & Email