Kawasan Dilarang Merokok TIDAK BERTENTANGAN dengan Undang-Undang

By on March 8, 2011. Posted in .

Namun keberadaan peraturan ini telah disalah-artikan oleh sekelompok kecil warga yang menganggap bahwa dengan adanya aturan ini maka HAK ASASI mereka sebagai PEROKOK terampas oleh negara. Padahal sebaliknya dalam UUD 1945 dan dalam Konvensi Internnasional tentang HAM dan peraturan turunannya tidak pernah ada yang namanya HAK ASASI PEROKOK. Yang ada adalah Hak Asasi untuk menikmati lingkungan hidup yang bersih dan sehat, termasuk tentunya BEBAS DARI

PAPARAN ASAP ROKOK ORANG LAIN.

Pergub 88/2010 adalah peraturan yang melengkapi Pergub sebelumnya Nomor 75 Tahun 2005 tentang hal yang sama. Secara prinsip materi muatan yang diatur masih sama, namun ada dua penyempurnaan yaitu:
1.??? Memindahkan Tempat Merokok pada tempat umum dan tempat kerja, tidak lagi di dalam ruang melainkan ke luar ruangan dan gedung utama dari tempat-tempat tersebut.
2.??? Menambahkan sanksi administrative dengan mengumumkan pada public tempat-tempat yang masih melanggar aturan ini.

Pergub 88/2010 adalah peraturan yang sangat responsive dan menjawab kebutuhan warga kota, sebab tujuan akhir dari aturan ini adalah untuk melindungi warga kota khususnya anak-anak, remaja serta perempuan bahkan seluruh warga dari paparan asap rokok orang lain di tempat-tempat yang dimaksud dalam aturan ini.
Mengapa Pergub 88/2010 menjadi salah satu isu kritis terhadap kesehatan warga masyarakat dan pertanggungjawaban pemerintah kota untuk melaksanakannya?

Hampir 5 juta orang mati setiap tahun yang disebabkan oleh berbagai penyakit terkait dengan tembakau, termasuk di dalamnya AKIBAT PAPARAN ASAP ROKOK ORANG LAIN, jauh lebih besar dibandingkan dengan korban malaria yang hanya memakan korban 3 juta orang pertahunnya di dunia. Wabah penyakit yang terkait dengan tembakau tersebut disebarluaaskan oleh korporasi tembakau transnational seperti Philip Morris/Altria yang telah membeli HM Sampoerna, dan BAT (British American Tobacco) yang telah membeli Bentoel Indonesia; maupun oleh koorporasi tembakau lokal. Jika tidak ada penanganan yang serius, termasuk pemberlakuan KAWASAN DILARANG MEROKOK, maka tembakau akan menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia pada 2030, dengan 70 persen kematian itu terjadi di Negara-negara berkembang termasuk INDONESIA. Perusahaan tembakau internasional adalah salah satu contoh dari korporasi raksasa yang paling bertanggungjawab atas melambungnya biaya kesehatan dan ancaman kematian masyarakat dunia.

Pergub 88/2010 penetapkan sesuatu yang dapat dijadikan TELADAN PENTING untuk peraturan yang sama di daerah/kota lain yang melindungi warga masyarakat dari kerugian yang diakibatkan dari meningkatnya biaya-biaya kesehatan kita, tercemarnya lingkungan kita dan mengakuan, perlindungan bahkan pemenuhan terhadap hak-hak asasi manusia;.

Guna menyikapi aksi dan aspirasi segolongan masyarakat yang menentang pemberlakuan Pergub 88/2010 ini, kami baik individu maupun lembaga yang tergabung dalam INDONESIA TOBACCO CONTROL NETWORK (ITCN) atau JARINGAN KERJA PENGENDALIAN TEMBAKAU INDONESIA? menyatakan sikap bahwa keseluruhan aksi penentangan tersebut adalah direkayasa dan diorganisir oleh KEPENTINGAN INDUSTRI ROKOK dan bukan murni aspirasi warga.
Karena Pergub 88/2010:
1.??? Tidak MELARANG tapi DIMANA orang boleh merokok
2.??? Justru baik untuk industri jasa dan pariwisata
3.??? Melindungi Warga dari Paparan Asap Rokok Orang lain
4.??? Menilai teknologi ventilasi pada SMOKING ROOM tidak efektif
5.??? Tepat untuk Jakarta
6.??? Bermartabat
7.??? Prestisius
8.??? Layak dilaksanakan

Sebagai bangsa dan warga kota Jakarta saat kini kita seolah-olah bangga; padahal kita sedang dilecehkan oleh raksasa industri rokok. Untuk itulah INDONESIAN TOBACCO CONTROL NETWORK (ITCN) mendesak pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk segera mengimplementasikan Pergub 88/2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok demi menyelamatkan warga kota terutama generasi mendatang dari wabah penyakit yang disebarluaskan oleh industri rokok. ITCN juga mendukung dan siap membantu dalam monitoring penegakan Pergub ini.

Demikian Pernyataan sikap kami,

Jakarta, 9 Maret 2011
Hormat kami,
KOALISI WARGA UNTUK
SMOKE FREE JAKARTA

Koalisi Warga untuk Smoke Free jakarta adalah bagian dari ITCN (Indonesian Tobacco Control Networks) yaitu jaringan masyarakat sipil Indonesia baik NGO, maupun individu yang peduli terhadap kerja-kerja advokasi demi melindungi generasi sekarang dan mendatang dari kerusakan kesehatan, kerusakan sosial, kerusakan lingkungan dan konsekuensi ekonomi dari konsumsi tembakau serta paparan terhadap asap rokok.

Untuk saat ini ITCN beranggotakan: Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI) Jakarta, Kaukus Lingkungan Hidup Jakarta, Perguruan Karate GOKASI Jakarta, Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), Yayasan Kanker Indonesia, Yayasan Jantung Indonesia, Yayasan Lembaga Konsumen ndonesia (YLKI), Perkumpulan Keluarga Berencana Jawa Barat, Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS PA), Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Senat Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia,? Gerakan Pramuka Institut Pertanian Bogor,? UPN Veteran,? Universitas Esa Unggul, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, Tobacco Control Support Centre (TCSC), Ikatan Psikologi Sosial Pascasarjana UI, Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (KOMNAS PT), Muhammadyah, Indonesian Forum of Parliamentarians on Population and Development/IFPPD, Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS), Lembaga Advoasi dan Perlindungan Konsumen,? Asian Medical Students? Association (AMSA) ? INDONESIA, Yayasan Mitra INTI, dst.
ITCN bersifat egaliter dan dikoordinasi oleh anggota secara bergiliran sesuai dengan kebutuhan lembaga dan jaringan.

Info lebih lengkap dapat menghubungi

KOALISI WARGA UNTUK SMOKE FREE JAKARTA
kontak person:
Tubagus Haryo Karbyanto;
MP:. 0812-948-9558
Alamat:
FAKTA, Jalan Pancawarga IV No 44 Cipinang Muara, Jakarta 13420
Telp/Fax : 021-856-9008;
Email : faktajakarta@yahoo.com; atau tubagusharyo@ gmail.com

Print Friendly, PDF & Email

« »

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.