Kenangan Luka Bangsa, 13-15 Mei 1998

By on May 13, 2014. Posted in , .

astina15~11“Bang kenapa hari ini pakaiannya hitam-hitam?”, tanya seorang teman pada saya.
Jawab saya bahwa hari ini 16 tahun lalu, 13-15 Mei 1998 adalah tragedi Mei yang membunuh ribuan bangsa. Hari ini 16 tahun yang lalu saya sedang naik Mikrolet dari kantor hendak ke Salemba. Siang itu sebelumnya berkeliaran informasi bahwa akan terjadi kerusuhan dan kekerasan di sekitar Salemba dan Matraman.
Tiba-tiba di perempatan Matraman Jakarta Timur terdengar teriakan serbu dan kerumunan orang berlari ke arah Salemba. Saya bersama seorang teman langsung turun dari Mikrolet dan mengikuti massa yang berlari. Terlihat agak di depan kerumunan massa mulai merangsek sebuah show room mobil Bimantara di jalan Salem Jakarta Pusat. Massa bergerak dan menghancurkan juga membakar show room itu.
Tembakan senjata sudah mulai terdengar. Satu per satu sudah ada dari kerumunan massa yang tertembak. Saya dan seorang teman mencoba membantu bersama warga di sekitar tempat kejadian untuk membawa para korban ke rumah sakit St Carolus Jakarta Pusat. Saya pun mendapat kabar bahwa terjadi banyak kerusuhan, pengrusakan, pembakaran, pembunuhan serta pemerkosaan di banyak titik di Jaklarta dan berkembang secara luas.
Memang selama tiga hari Jakarta di bumi hanguskan oleh satu komando terbuka. Saat itu terlihat jelas bahwa militer sudah tidak lagi loyal pada penguasa Soeharto. Beberapa jenderal di TNI ini mengambil alih kekuasaan dengan cara memprovokasi rakyat, membumi hanguskan dan membakar rakyat kecil. Komando pembakaran dan pemerkosaan berjalan satu dan dapat dibuktikan. Ratusan perempuan keturunan Cina yang dibunuh dan diperkosa dan korbannya ada. Begitu pula ratusa mal di Jakarta dibakar setelah ratusan orang diprovokasi menjarah oleh sekelompok orang.
Sudah 6 tahun belum juga diungkap, ada apa sebenarnya dan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab. Akankah kenangan atau sejarah ini hanya ingin dijadikan alat kampanye atau provokasi kampanye negatrif semata. Menggunakan luka hati para korban dan keluarga korban untuk provokasi kekuasaan politik. Akankah memang kenangan provokasi kekuasaan politik ini akan terulang kembali lima tahun berikut di 2019 seperti pernah dilakukan pada 2014 lalu? Semoga kita tidak sekeji itu, mengoyak luka lama para korban dan keluarga korban semata untuk kepentingan perebutan kekuasaan.
Jakarta, 13 Mei 2014
Penulis: Azas Tigor Nainggolan
Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.