Kisah mengerikan Eko Prasetyo (22 tahun) yang jadi korban salah tangkap saat bentrok penggusuran pemukiman warga Kampung Pulo.

By on August 25, 2015. Posted in .

Eko Prasetyo (22 tahun) warga Gang Banten RT. 004/05 Jakarta Timur, Kamis 20 Agustus sekitar jam 11.00 siang berada di jalan Jatinegara Barat untuk menjemput adiknya yg sekolah di SD Negeri di samping Polres Jaktim.

Eko Prasetyo 1

Eko Supriyanto (22 Thn), korban salah tangkap dan masih kritis di RS Carolus

Pada saat itu terjadi kerusuhan antara aparat dan warga Kampung Pulo, Eko yg tidak tahu apa-apa ditangkap oleh aparat karena dianggap provokator. Eko ditangkap tanpa ada keluarga yang tahu.

Keluarga Eko di rumah khawatir karena sampai dengan jam 12.00 siang Eko belum pulang juga dari menjemput adiknya. Sampai akhirnya keluarga mendapat kabar kalau Eko ditahan di Polres Jaktim.

Jam 12.30 keluarga Eko mendatangi Polres Jaktim dan minta Eko dibebaskan karena Eko bukan provokator dan juga bukan warga Kampung Pulo, namun polisi tidak bisa melepaskan karena tidak ada bukti yang bisa membuktikan bahwa Eko bukanlah warga Kampung Pulo.

Jam 13.30 warga dari Gg. Banten datang ke Polres untuk membuktikan bahwa Eko bukan warga Kampung Pulo. Namun polisi belum mau melepaskan Eko, padahal kondisi Eko pada saat itu sudah penuh luka dan darah dimana-mana serta sudah lemah.

Jam 15.30 Eko baru dilepas polisi karena kondisinya yg sdh sangat payah, polisi menyarankan untuk diperiksa di klinik Polres Jakarta Timur, namun karena kondisinya yang sangat parah akhirnya keluarga berinisitif utk membawa Eko ke rumah sakit terdekat.

Eko Prasetyo 2

Eko Supriyanto (22 Thn), korban salah tangkap dan masih kritis di RS Carolus

Awalnya keluarga mencoba membawa Eko ke Rumah Sakit Hermina namun ditolak dengan alasan sudah penuh karena banyak petugas keamana RS Hermina yang juga menjadi korban pada saat bentrokan antara aparat dan warga Kampung Pulo.

Lalu keluarga membawa Eko ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) namun di RSCM lagi-lagi korban ditolak dengan alasan penuh.

Akhirnya keluarga membawa ke RS Carolus dan langsung ditangani.

Hasil diagnosa di RS. Carolus, Eko mengalami pendarahan di otak karena pecahnya pembuluh darah dan harus segera dioperasi.

Jam 23.00 Eko dioperasi dan selesai jam 03.00 dinihari 21 Agustus 2015. Eko langsung masuk ke ICU RS Carolus.

Selain pendarahan otak Eko juga mengalami luka lebam pada mata sebelah kanan dan 3 luka di bagian kepala.

Keterangan terakhir dari Humas RS Carolus pada tanggal 21 Agustus 2015 jam 11.00 diberitakan bahwa kondisi Eko sudah siuman pasca operasi, namun belum bisa berkomunikasi.

 

Azas Tigor Nainggolan
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)
Jl. Pancawarga IV no. 44 RT. 003/07
Kalimalang, Jakarta 13420
Kontak: 08159977041 021 8569008
Email. azastigor@yahoo.com atau contact@fakta.or.id

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.