Lagi pengguna taksi online dirampok. TANGKAP Aplikatornya. (Release No. Reg Rilis 022/RLS/IV/2018)

Lagi pengguna taksi online dirampok.
TANGKAP Aplikatornya.
(Release No. Reg Rilis 022/RLS/IV/2018)

Kembali terjadi perampokan pengguna taksi online oleh pengemudinya sendiri. Perampokan dialami oleh Sansan (24 tahun). Ia dirampok di dalam taksi online yang ditumpanginya. Peristiwa perampokan ini terjadi pada Senin (23/4/2018) sekitar pukul 06.30 WIB. Pagi itu korban memesan taksi online, berangkat dari Duri Selatan Komplek Setia, Kelurahan Duri Selatan, Tambora, Jakbar. Saat di perjalanan, tiba-tiba muncul dua orang di bangku belakang. Kedua pelaku langsung membekap korban dengan jaket dan mengikat kakinya.

Terjadi kembalinya perampokan di dalam taksi online menandakan bahwa sampai saat ini masalah keamanan taksi online masih sangat rendah. Kejadian perampokan ini sangat mungkin dilakukan oleh pengemudi taksi online bekerja sama 2 orang saat beroperasi. Begitu pula kejadian perampokan ini membuktikan bahwa perusahaan aplikator taksi online yang mengelola bisnis taksi online tidak melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap para pengemudi taksi online sebagai mitranya. Terjadinya perampokan ini juga memperlihatkan betapa pemerintah lemah dan tidak mampu mengawasi para aplikator agar memberikan keamanan bagi pengguna taksi online.

Kejahatan oleh pengemudi taksi online terhadap penggunanya sudah sering terjadi di Indonesia. Kejahatan tersebut antara lain:
1. 11 Oktober 2017 seorang perempuan penumpang taksi online hampir diperkosa di Makasar,
2. 17 Januari 2018 seorang perempuan dirampok oleh pengemudi taksi online yang ditumpangi di Bandung, 
3. 12 Pebruari 2018 seorang perempuan dicabuli dan dibuang di sekitar bandara Soekarno Hatta oleh pengemudi taksi yang ditumpangi korban.
4. 18 Maret 2018 l kejahatan dilakukan pengemudi taksi online terhadap penumpang, Yun Siska Rohani (29 tahun) dibunuh oleh pengemudi taksi online yang korban tumpangi di Bogor.

Dengan banyaknya presentasi kejahatan yang dilakukan oleh pengemudi taksi online sudah seharusnya pemerintah bertindak tegas selain pada pengemudinya juga bertindak tegas kepada para aplikator untuk ikut bertanggung jawab atas layanan dan keamanan taksi online para mitranya. Sudah seharusnya para aplikator ikut bertanggung jawab atas kejadian ini dan harus dituntut tanggung jawab. Adalah kewajiban para aplikator mengawasi para mitranya agar memberikan layanan secara aman dan nyaman kepada penggunanya. Atas kejadian ini pihak kepolisian juga harus menempatkan aplikator sebagai tersangka juga selain para pelaku, pengemudi mitranya. Terjadinya perampokan ini menunjukkan bahwa aplikator telah lalai mengawasi mitranya sendiri dan mengakibatkan kerugian penggunanya.

Jakarta, 25 April 2018
Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) dan Forum Peduli Tarnsportasi Online (FPTOI).

Print Friendly, PDF & Email