Langkah Ahok Sudah Benar

By on August 28, 2015. Posted in .

Seminggu ini isu penggusuran paksa Kampung Pulo yang dilakukan Ahok terus menjadi berita.  Banyak orang yang menentang langkah Ahok melakukan penggusuran warga Kampung Pulo pada hari Kamis, 20 Agustus 2015 lalu. Langkah Ahok sebenarnya sudah tepat  dan harus didukung. Siapa gubernur sebelum Ahok yang berani mengambil langkah sehebat Ahok?  Berpuluh tahun rencana penggusuran Kampung Pulo dan Normalisasi Sungai Ciliwung hanya jadi rencana kosong. Tak satu pun gubernur Jakarta yang berani merealisasikan penggusran paksa tersebut. Ya hanya Ahok yang berani nekat melakukan penggusuran dan melawan semua orang yang berteriak kata “perlindungan Hak Asasi” bagi warga miskin.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu mengenai pembongkaran Kampung Pulo serta relokasi warganya. Bambang mengatakan, momen ini telah mengingatkan dia pada kejadian sekitar 23 tahun yang lalu pada tahun 1992. Menurut Bambang baru Basuki Tjahaja Purnama, gubernur yang berani melaksanakan solusi “gila” tersebut. Selama ini, warga Kampung Pulo sudah sering mendengar bahwa kawasannya akan digusur. “Sudah lima gubernur, enggak ada yang jadi bongkar. Mereka juga jadi bodo amat, akhirnya bangun rumah lagi. “Baru Pak Ahok nih yang akhirnya berani membuat keputusan itu,” ujar Bambang sebagaimana ditulis Jessi Carina, wartawan Kompas.com di http://megapolitan.kompas.com/read/2015/08/28/08412981/Lurah.Lima.Gubernur.Tak.Ada.yang.Berani.Bongkar.Baru.Pak.Ahok.

Iya sih, kenapa pula takut melawan warga Kampung Pulo? Toh mereka itu kan hanya warga miskin tak punya apa-apa. Bisanya para warga itu bersama para pendukungnya hanya bisa omong dan tak berani. Sudah betul itu langkah Ahok melibatkan Polsi dan tentara dalam menggusur warga. Sudah betul juga cara kekerasan digunakan untuk membongkar dan mengusir warga dengan Gas Air Mata dan Pentungan. Toh banyak kan orang pintar dan terdidik yang tetap membela tindakan Ahok tersebut. Para kaum pandai dan terdidik itu sangat menantikan Jakarta yang indah dan nyaman bagi mereka. Indah, sehingga mereka bisa menikmati kota Jakarta dan tidak memalukan. Nyaman, sehingga mereka bisa bersepeda di pinggir sungai Ciliwung dan bersepeda atau berolah raga segar tanpa gangguan mata memandang kampung kumuh.

Ya, para kaum pandai cendikia kelas mengah dan atas ini harus difailitasi jika kota ini mau hidup makmur dan kaya raya. Para kaum menengah dan atas inilah target utama pembangunan kota Jakarta, terutama uang dan proyek-proyeknya harus diamankan. Kota adalah wadah interaksi kaum menengah dan kaum atas, ini harus difasilitasi pemerintah kotanya. Kaum kelas bawah, seperti warga miskin, warga Kampung Pulo atau lainnya. Gusur saja dan lempar mereka ke rusun atau ke pinggiran kota, toh mereka tidak memberi apa-apa untuk Jakarta karena hanya warga miskin ya. Jangan sampai para kaum miskin itu mengotori kota dan merusak pandangan mata. Juga jangan sampai keberadaan mereka menjadikan Jakarta terus kebanjiran terus setiap tahun.

Jadi tidak apa-apalah dan sudah benar langkah Ahok menggusur warga miskin dan membunuhnya demi kepentingan kelas menengah dan atas di kota Jakarta yang lebih bermanfaat. Ahok sudah tepat dan tidak salah tentunya membunuh untuk melindungi kepentingan yang lebih besar yakni kepentingan kita kaum terdidik kelas menengah dan atas. Sudah benar sekali bahwa Ahok mementingkan hak asasi dengan membunuh orang yang berupaya menghalanginya.   Kita perlu mendukung konsep Hak Asasi Manusia (HAM) versi Ahok tersebut.  “Bila dua ribu orang menentang saya dan membahayakan 10 juta orang, (maka dua ribu orang itu) saya bunuh di depan anda. Itu HAM saya. Supaya kamu tahu, saya punya pandangan. Itu saya. Saya nggak mau kompromi. Saya bunuh di depan anda dua ribu, depan TV, semua itu. Korbankan dua ribu di atas 10 juta,” tutur Ahok menjelaskan konsep HAMnya yang sangat cerdas, seperti ditulis Danu Damarjati – detikNews. http://news.detik.com/berita/2998358/ham-versi-ahok-untuk-melindungi-rakyat-banyak

Maka marilah kita berterima kasih pada Ahok atas langkahnya yang sudah benar dalam penggusuran paksa warga Kampung Pulo. Berkat jasa Ahok maka kita akan memiliki kota yang sangat akomodatif bagi warganya yang butuh taman, tempat bersepda di pinggir Sungai Ciliwung. Juga berkat jasa Ahok Jakarta tidak kumuh lagi karena kampung miskin kumuh sudah berhasil digusur ke luar Jakarta. Terima kasih pak Ahok. Atas jasa-jasamu, kami merasa nyaman hidup di Jakarta tanpa diganggu urusan warga miskin yang memalukan.

 

Jakarta, 28 Agustus 2015

Azas Tigor Nainggolan

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.