Larang Penjualan Rokok di Minimarket Turunkan Keinginan Merokok Remaja

By on November 27, 2015. Posted in .

ROkokJakarta, Keinginan remaja untuk merokok ternyata dipengaruhi oleh penglihatannya. Sebuah studi menyarankan agar minimarket tak lagi menjual rokok sehingga remaja tak kepikiran untuk merokok.

Studi ini dilakukan oleh William Shadel, peneliti dari RAND Corporation, untuk melihat apa pengaruh terbesar yang membuat remaja ingin merokok. Ditemukan ternyata remaja sangat dipengaruhi oleh apa yang dilihatnya, dan menjauhkan rokok dari penglihatan akan membuatnya tak ingin merokok.

Shadel melakukan penelitian kepada 241 remaja berusia di bawah 17 tahun. Mereka diberi uang US$10 (Rp 137.000) untuk dibelanjakan di minimarket terdekat. Minimarket sudah dimodifikasi untuk keperluan penelitian, dengan mengubah tata letak rak penjualan rokok.

Ia menjelaskan rak yang berada di belakang kasir dikenal sebagai ‘power wall’. Secara psikologis, barang-barang yang ditempatkan di ‘power wall’ akan lebih mudah dilihat orang ketika belanja dan memiliki kemungkinan besar untuk dibeli.

“Sayangnya minimarket kini membuat power wall dipenuhi oleh rokok. Sehingga risiko penggunaan produk tembakau oleh remaja meningkat,” ungkap Shadel, dikutip dari Reuters, Kamis (26/11/2015).

Ada tiga minimarket yang digunakan dalam penelitian Shadel. Minimarket pertama memiliki rak rokok di belakang kasir. Minimarket kedua memiliki rak rokok di bagian dalam dan sulit terlihat. Sementara minimarket ketiga tak memiliki rak penjualan rokok.

Hasil penelitian menemukan bahwa remaja yang pergi ke minimarket ketiga tidak memiliki keinginan sama sekali untuk merokok. Sementara memindahkan rak penjualan rokok seperti di minimarket kedua ternyata tak memberi pengaruh, dan membuat remaja masih ingin merokok.

“Jika saja power wall yang ada di minimarket diisi oleh info-info positif seperti bahaya rokok atau perilaku seks berisiko, dampaknya akan sangat besar bagi remaja kita,” ungkapnya lagi.

Pendapat Shadel didukung oleh Thomas Wills, peneliti kanker dari University of Hawaii Cancer Center Honolulu, Hawaii. Remaja bisa jadi tidak memikirkan soal rokok ketika pergi ke minimarket atau tempat berkumpul lainnya. Namun pengaruh iklan membuat mereka akhirnya tergoda untuk merokok.

“Iklan dapat merangsang bagian otak untuk membuat remaja merokok. Semakin besar dan kuat iklan yang dilihat, semakin kuat juga keinginan untuk merokok muncul,” paparnya.

 

Sumber: http://health.detik.com/read/2015/11/26/073608/3080752/763/larang-penjualan-rokok-di-minimarket-turunkan-keinginan-merokok-remaja

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.