Luka mendalam korban kebiadaban Mei 1998

By on May 14, 2014. Posted in , .

Ya memang peristiwa Mei 1998 masih menyisakan luka bathin dan korban yang luar biasa. Sementara peristiwa itu sendiri dan penderitaan  para korban serta keluarganya sering kali hanya dijadikan strategi amoral perebutan kekuasaan. Atau janji busuk para penguasa pembohong hingga sekarang.

Bagi para korban dan keluarganya tentu pengalaman itu jadi kehidupan penderitaan seumur hidup. Apalagi sampai sekarang negara sendiri tidak memiliki hati untuk mengakui dan menyelesaikannya dengan mengungkap keaslian kasusnya.

Sungguh menyakitkan memang. Apalagi para korban dan keluarganya tak akan atau mungkin sangat sulit melupakan atau menghapus peristiwa Mei 1998 yang telah membunuh dan merenggut masa depan diri dan keluarganya para korban.

Coba kita rasakan pengalaman luka mereka ketika melihat keluarganya ditembak mati, dibakar hangus, diperkosa dan dibunuh? Sungguh sebuah perjuangan untuk coba bertahan dengan luka mendalam sebagai korban dari negara yang harusnya melindungi tetapi justru sebagai pelaku kebiadaban Mei 1998.

Apakah kita terus bisa memperalat luka atas kebiadaban itu hanya sebagai agenda kekuasaan para penjahat kemanusiaan. Hentikan provokasi luka bathin para korban dan keluarganya kepada publik. Mari ajak bangsa ini belajar dan tak mengulanginya.  Perjuangkan secara sejati pengungkapan dan penyelesaian secara benar bagi pemenuhan hak kemanusiaan para korban dan keluarganya.

Jakarta, 14 Mei 2014
Penulis: Azas Tigor Nainggolan

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.