Mana Anies Baswedan?
Jakarta tenggelam, Anies diam.

By on February 19, 2021. Posted in .

Kabar dari BMKG mengungkapkan bahwa akan terjadi cuaca ekstrim di berbagai wilayah Indonesia, tidak terkecuali DKI Jakarta. FAKTA Indonesia mendapatkan kiriman video banjir di area komplek Bidakara, Jakarta Selatan pada siang hari Kamis 18 Februari 2021. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda, ini hanya genangan air semata yang akan surut dalam waktu 2 jam. Tetapi kenyataan di lapangan jauh berbeda, dari laporan warga setempat, butuh lebih dari 6 jam agar area komplek Bidakara yang tergenang tenggelam lebih dari 50 Cm untuk surut. keadaan ini juga diperparah dengan warga sekitar yang harus mengalami stres dan sakit, hal ini karena mereka harus membersihkan rumahnya lebih dari 6 jam.

Banjir kembali menyapa Jakarta, gerak cepat harus dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta

Belum usai banjir di Bidakara, Jakarta Selatan. banjir juga menggenangi kawasan Mampang Mrapatan, Jakarta Selatan. Kondisi di perburuk dengan tidak sigapnya jajaran pemprov untuk melakukan perngeringan dengan pompa secara cepat. Berdasarkan pantuan Gubernur tidak memberikan arahan langsung tentang kejadian ini. Menurut Tigor, “Jika dilihat area yang banjir, semua akibat dari tidak berfungsinya saluran air (drainase) dengan baik. Saluran air di Jakarta ternyata mampet dan tidak dirawat. Sehingga ketika terjadi hujan besar air tidak bisa mengalir dan membanjiri area sekitarnya drainase yang mampet”. Selain itu, Tigor juga mengungkapkan lemahnya sistem pengelolaan ini dikarenakan tidak adanya perawatan rutin secara sistematis dan terarah untuk mengembalikan sistem saluran air padahal ini merupakan tanggung jawab penuh Pemprov Jakarta. Padahal jelas bahwa saluran air menjadi kunci penting untuk mengurangi banjir dan genangan.

FAKTA Indonesia juga melihat bahwa seperti perlu sinergitas yang jelas dari berbagai lembaga untuk menyelesaikan banjir termasuk pemerintah pusat. Agar terjadi perbaikan yang konsisten baik dari sistem pencegahan hingga pernuntasan permasalah banjir. Sehingga menghindari kerugian-kerugian yang akan timbul jika terjadi banjir. Selain itu juga terbangun sistem peringatan dini bencana yang memang betul tepat sasaran efektif kepada warga bisa melalui pos di kawasan rawan bencana dan membentuk tim-tim tanggap bencana yang tinggal di kawasan rawan

saat ini dari pandangan FAKTA sistem peringatan hanya disiarkan melalui twitter yang belum tentu di jamah oleh semua kalangan dan tidak terasa efektif. Sehingga Keadaan yang kerap terjadi adalah saat air dan banjir datang warga panik tidak ada persiapan dan tidak tahu meminta tolong dan tidak mengetahui dimana titik evakuasi aman. Ini juga dapat menandakan tidak adanya sistem yang baik dalam koordinasi pemprov Jakarta dibawah kepemimpinan Gubernur saat ini untuk menolong warga.

Jakarta, 19 Februari 2021
Forum Warga Kota Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.