Mencari Pemimpin yang benar-benar loyal pada warganya

By on June 5, 2014. Posted in , .

pictPagi-pagi saya masih lihat Ganjar Pranowo talk show di MetroTV sebagai timses Jokowi-JK. Saya pikir dia sudah pulang ke Jawa Tengah. Padahal kemarin sore, Rabu, saya masih melihat Ganjar Pranowo Talk show di acara TvOne. Saya berpikir, bahwa   berarti gubernur Jawa Tengah,  Ganjar masih di Jakarta padahal kemarin Cilacap diguncang gempa http://m.beritasatu.com/nasional/188089-gempa-5-sr-guncang-cilacap.html .

Dalam talk show di MetroTv itu, Ganjar ditanya pendapatnya mengenai presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Sby) terhadap menteri dan pejabat lainnya yang sibuk jadi jurkam dan meninggalkan tugas utamanya . http://www.beritasatu.com/politik/187731-sby-evaluasi-menteri-yang-sibuk-berpolitik.html . Ganjar menjawab di MetroTv bahwa dia tetap kerja untuk warga Jawa Tengah melalui HPnya. Dia juga menjelaskan bahwa dia tetap bisa menanggapi keluhan warganya yang masuk dalam pesan singkat di Hpnya.

Lalu saya berpikir lagi,  warga Jawa Tengah pilih Ganjar Pranowo atau HPnya saat pilkada Jawa Tengah dulu? Bukan kehadiran langsung seorang pemimpin menunjukkan penghargaan pada warganya?

Selanjutnya saya berpikir lebih dalam lagi. Pertanyaan saya pada saya sendiri: “apakah Ganjar Pranowo dan kepala daerah atau menteri lainnya cuti dan sibuk jadi jurkam pada pasangan capres-cawapres yang diusung oleh partai politiknya?” Ya memang Rabu, 4 Juni 2014 kemarin adalah hari pertama kampanye pilpres. Pasangan capres-cawapres hanya dua pasang saja. Dalam berbagai pemeberitaan media terlihat bahwa banyak menteri atau kepala daerah yang sibuk di kantor pemenangan dan kantor partai politik masing-masing di Jakarta.

Ternyata memang ada fenomena luar biasa, para menteri pendukung begitupula kepala daerah, gubernur, bupati dan walikota cuti dan jadi juru kampanye pasangan capres-cawapres sesuai usungan dan kepentingan partai politik masing-masing. Rupanya ada yang ambil cuti dan ada pula yang datang ke Jakarta, tanpa ajukan cuti dan meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi jurkam partai politiknya.

Memang terlihat jelas, betapa para kepala daerah yang berasal dari partai politik sangat loyal pada partainya. Mereka tidak loyal pada warga yang memilihnya secara langsung.

Dari peraturan memang tidak ada peraturan yang melarang mereka cuti dan jadi jurkam. Tetapi sebagai pemimpin para menteri dan kepala daerah itu pelayan dipilih bekerja untuk rakyat sesuai sumpah jabatannya. Artinya kita perlu melihat sikap mereka yang lebih mendahulukan atau sibuk menjadi jurkam pilpres partai politik dari layak dan kebaikannya. Memang mereka tidak dilarang cuti dan menjadi jurkam partainya tetapi itu kurang elok dan kurang baik mengabaikan tanggung jawab pelayanan pada warganya. Sebagai menteri mereka ditunjuk presiden bekerja untuk warga. Begitu pula para kepala daerah,  mereka dipilih warga untk jadi pelayan warga, bukan pelayan partai atau capresnya.

Ajakan saya ke depan kita dukung dan pilih calon kepala daerah masing-masing dari calon independen saja bukan dari partai politik. Memenangkan calon independen ternyata akan memberi pemimpin yang loyal pada pemilihnya. Calon independen akan tidak tunduk pada perintah ketua atau partai politik. Pemimpin dari jalur independen akan lebih loyal pada warganya. Sementara pemimpin dari jalur partai politik akan leb ih loyal pada kepentingan partai yang mengutusnya. Bagaimana?

 

Jakarta, 5 Juni 2014

Penulis: Azas Tigor Nainggolan

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.