Naik ke Atap Kereta Bisa Dipenjara Tiga Bulan

By on April 2, 2011. Posted in .


?Hal tersebut sebenarnya telah diatur dalam pasal 207 Undang-undang nomor 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian,? kata Akhmad Sujadi, Senior Manager Keamanan PT KAI saat dihubungi, hari ini.

Pasal 207 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian yang menyebutkan: Setiap orang yang tanpa hak berada di dalam kabin masinis, di atap kereta, di lokomotif, di gerbong, atau di bagian kereta yang peruntukannya bukan untuk penumpang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan dan/atau pidana denda paling banyak Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).

Akhmad menyebut, pihaknya saat ini tengah merancang operasi untuk menertibkan penumpang yang naik di atas atap kereta. ?Sifatnya sudah masuk operasi penegakan hukum, jadi kami juga menggandeng aparat kepolisian dan kejaksaan,? ujarnya selaku Kepala Penertiban PT KAI Daerah Operasi I Jakarta.

Ia juga menyatakan, selambatnya pada awal Mei mendatang, operasi ini akan mulai digelar di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. ?Rencananya akhir April atau awal Mei operasi ini mulai berjalan,? katanya. Ia menargetkan, ?Mulai saat itu, atap kereta di seluruh Jabodetabek akan bersih dari penumpang.?

Akhmad mengakui, pihaknya terlambat menangani masalah ini. Sejak Januari hingga Maret tahun ini saja telah empat orang tewas akibat tersengat listrik di atap kereta. ?Sebelumnya telah beberapa kali kami lakukan operasi namun sifatnya peringatan saja, kali ini kami pertegas,? ujarnya. ?Operasi ini kami lakukan tak lain, untuk keselamatan penumpang.?

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.