Nilai Ekspor DKI Meningkat 0,21 Persen

By on April 4, 2011. Posted in .

Kenaikan juga terjadi pada kumulatif nilai ekspor melalui DKI Jakarta periode Januari-Februari yang mencapai 6,948 miliar dolar Amerika yang meningkat sebesar 25,24 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2010 lalu.?

Namun, kondisi ini berbanding terbalik dengan nilai ekspor produk-produk DKI sepanjang Januari 2011 yang mengalami penurunan sebesar 6,49 persen, atau hanya mencapai 784,22 juta dolar Amerika jika dibandingkan dengan nilai ekspor Desember 2010 yang mencapai 838,64 juta dolar Amerika. Namun, nilai ekspor produk DKI selama Januari 2011 masih lebih tinggi 33.88 persen dari nilai sejenisnya di bulan Januari tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Agus Suherman mengatakan, penurunan ini terjadi bukan karena kurang diminatinya produk-produk DKI di pasar-pasar internasional, melainkan karena setiap awal tahun selalu terjadi siklus penurunan ekspor produk DKI ke luar negeri.

?Ini siklus yang selalu terjadi. Karena setiap awal tahun selalu masih sepi permintaan ekspor produk DKI. Biasanya pada bulan-bulan berikutnya pasti akan diikuti kenaikan permintaan produk DKI,? ujar Agus, Minggu (3/4).

Akibat penurunan ekspor produk-produk DKI ini, lanjut Agus, kontribusi ekspor produk DKI terhadap nilai total ekspor yang melalui DKI Jakarta sepanjang Januari 2011 juga mengalami penurunan. Nilainya hanya mencapai 22,59 persen atau turun sebesar 0,06 poin dari kontribusi bulan sebelumnya yang mencapai 22,65 persen.

Pasar utama ekspor produk DKI Jakarta sepanjang bulan Januari masih tetap dipegang negara-negara di kawasan ASEAN.? Buktinya, sebanyak 32,42 persen dari keseluruhan ekspor produk DKI Jakarta dipasarkan ke negara ASEAN meningkat 1,30 poin dari market share di bulan yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 33,72 persen. Nilai itu tetap lebih tinggi 3,65 poin dari bulan Desember 2010 yang hanya mencapai 28,77 persen.

Pada Januari tahun ini, terdapat dua komoditi dari 10 komoditi unggulan ekspor produk non migas DKI Jakarta yang mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan besar terjadi pada produk non migas lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 7,87 juta dolar Amerika. Disusul, produk tembaga sebesar 1,96 juta dolar Amerika. Sedangkan delapan komoditi lainnya mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Agus menerangkan, nilai impor non migas melalui DKI Jakarta sepanjang Februari 2011 mencapai 5,927 miliar dolar Amerika atau mengalami penurunan sebesar 10,43 persen dari nilai impor bulan Januari 2011. Bila dibanding bulan yang sama tahun 2010, nilai impor bulan Februari 2011 lebih tinggi 26,51 persen.

Print Friendly, PDF & Email

No Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.