No. Reg Rilis 022/RLS/III/2019

No. Reg Rilis 022/RLS/III/2019

Pengemudi ojek online tidak boleh merokok saat mengemudikan kendaraannya.

Akhirnya ada regulasi untuk ojek online di Indonesia. Regulasi itu dikeluarkan oleh  Pemerintah melalui Kementrian Perhubungan dengan Peraturan Menteri Perhubungan  (PM) no:12 Tahun 2019 tentang Penggunaan Sepeda Motor untuk kepentingan publik. Dikeluarkannya regulasi PM no:12 tahun 2019 ini merupakan salah satu bukti kehadiran pemerintah dalam melindungi para pengemudi dan pengguna ojek online di Indonesia. Sebelumnya juga pemerintah, kementrian Perhubungan telah memperbaharui regulasi Taksi Online no: 118 tahun 2018 tentang Angkutan Sewa Khusus. Dikeluarkannya kedua regulasi ini menjadi tanda bahwa  Indonesia adalah negara pertama di dunia yang mengatur dengan regulasinya keberadaan operasional angkutan online secara menyeluruh, baik taksi online juga ojek online. Secara pribadi saya juga senang karena saya ikut dilibatkan dan bisa terlibat aktif dalam pembuatan kedua regulasi angkutan online tersebut, baik PM no:118 tahun 2018 tentang Taksi Online juga PM no: 112 tahun 2019 tentang Ojek Online.

Salah satu yang menarik dan penting dilihat dari regulasi angkutan online ini adalah adanya pengaturan bahwa para pengemudi online tidak boleh merokok saat melakukan aktivitas mengemudikan kendaraannya. Pengemudi taksi online dilarang  merokok saat mengemudi kendaraannya melalui  Standar Pelayanan Minimun PM no: 118 tahun 2018. Sedangkan dalam regulasi Ojek Online dalam PM no:12 tahun 2019 ini juga pengemudinya dilarang merokok saat melakukan aktivitas mengemudikan kendaraan atau sepeda motornya. Larangan ini diatur secara jelas dalam  Pasal 6 PM no:12 tahun 2019 yang mengatur bahwa Pemenuhan aspek kenyamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf c paling sedikit harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. Pengemudi menggunakan pakaian sopan, bersih, dan rapi;
  2. Pengemudi berperilaku ramah dan sopan; dan
  3. Pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktifi tas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedang mengendarai sepeda motor.

Pengaturan larangan merokok ini menyangkut aspek kenyamanan, keamanan dan kesehatan bagi pengemudi dan pengguna ojek online.

Larangan merokok saat mengemudikan kendaraan bermotor ini juga diatur secara jelas dalam pasal 106 ayat 1 UU no:22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas  dan Angkutan Jalan. Pasal 1 UU no: 22 tahun 2009 tersebut mengatur bahwa pengemudi  harus mengemudikan secara konsentrasi dan fokus. Konsentrasi dan fokus ini artinya tidak boleh melakukan aktivitas seperti melihat GPS, bermain gajet dan merokok karena akan mengganggu dan membahayakan dirinya serta pengguna jalan lainnya. Seperti kita ketahui bahkan alami banyak pengemudi yang merokok saat mengemudi dan itu sangat mengganggu dan membahayakan pengendara atau pengguna jalan di sekitarnya. Bagi penumpang mobil taksi online jika pengemudinya merokok maka akan sangat mengganggu kesehatan. Apalagi merokok dalam keadaan kendaraan dengan AC menyala maka asap rokok akan berputar-putar di dalam mobil. Begitu pula  asap, abu bahkan percikan api dari rokok pengemudi di depan kita akan sangat membahayakan yang berada di belakangnya. Larangan merokok atau kegiatan lainnya yang mengganggu konsentrasi pengemudi harus ditegakkan agar tidak membahayakan dan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Keselamatan dan kesehatan adalah nomor satu maka marilah kita mengemudi atau berkendaraan  dengan sehat dan aman.

Jakarta, 20 Maret 2019

Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email