No. Reg Rilis 023/RLS/III/2019, Dampak MRT di Jakarta.

No. Reg Rilis 023/RLS/III/2019

Dampak MRT di Jakarta.

Dalam beberapa wawancara teman wartawan ditanyakan pada saya tentang dampak dari dibangunnya Masa Rapit Transit (MRT) di Jakarta. Tanggal 24 Maret 2019 MRT koridor pertama di Jakarta yang rutenya dari Lebak Bulus – Hotel indonesia Jln Thamrin akan diresmikan oleh Presiden Jokowi. MRT ini sudah dipersiapkan sejak 30 tahun lalu ini diharapkan bisa membantu mulai mengurai kemacetan Jakarta di koridor rutenya. Sebagai salah satu moda public masa transportasi, MRT menjadi tanda modernisasi pendekatan layanan transportasi publik kota yang menggunakannya. Begitu pula Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan sudah masuk katagori yang menggunakan moda modern dalam pembangunan layanan transportasi publiknya.

Diharapkan adanya MRT memberi dampak positif berpindahnya pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna transportasi publik dan MRT yang selanjutnya bisa mengurai kemacetan Jakarta. Adanya MRT ini masyarakat pengguna kendaraan pribadi yang beraktivitas di koridor Lebak Bulus hingga jalan Thamrin mau berpindah menggunakan transportasi publik massal MRT. Agar dampak positif keberadaan moda MRT ini bisa terwujud maka perlu dilakukan pengelolanya adalah membangun integrasi MRT dengan moda transportasi publik lainnya. Integrasi MRT dengan moda transportasi lainnya itu akan memberi kemudahan masyarakat pengguna transportasi publik mengakses MRT. Akses yang mudah dan baik ini tentunya akan memfasilitasi masyarakat yang mau berpindah dari ke daratan pribadinya menjadi pengguna angkutan umum serta MRT. Integrasi yang baik juga tingginya penggunaan MRT akan memperkecil biaya operasional penggunaan transportasi publik di Jakarta dan sekitarnya. Selain akses yang mudah juga, agar keberadaan layanan MRT ini berdampak positif maka perlu adanya subsidi biaya atau tarif murah kepada pengguna MRT.

Sekarang ini beredar informasi bahwa tarif MRT akan ditetapkan sebesar Rp 10.000 sekali jalan. Tarif ini katanya sudah mendapatkan subsidi sekitar 70% dari besaran biaya ekonominya Rp 31.659 per penumpang. Subsidi dalam manajemen layanan transportasi publik adalah sebuah keharusan diberikan pemerintah sebagai insentif bagi pengguna transportasi publik. Akhirnya agar MRT Jakarta berdampak positif bagi transportasi publik maka pemerintah harus membangun integrasi untuk membangun akses dalam sistem layanan MRT dan subsidi biaya untuk tarif murah sehingga publik mau menggunakannya.

Jakarta, 21 Maret 2019

Azas Tigor Nainggolan 
Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email