No. Reg Rilis 025/RLS/III/2019, Naik KA Argo Dwipangga ke Solo. Surat Keluhan Pengguna Argo Dwipangga.

No. Reg Rilis 025/RLS/III/2019

Naik KA Argo Dwipangga ke Solo.
Surat Keluhan Pengguna Argo Dwipangga.

Hari ini, Senin 25 Maret 2019 saya bersama Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) serta warga Kampung Warna Warni Tanpa Rokok berangkat kita ke Solo dari stasiun Gambir Jakarta dengan KA Argo Dwipangga. Saat menunggu kami yang rombongannya berjumlah 41 orang cerah ceria menunggu kereta Argo Dwipangga datang. Saat kereta datang dan kami masuk kami mendapatkan kondisi gerbong yang kurang nyaman. Satu persatu kawan-kawan mulai berkomentar soal joroknya gerbong kami di gerbong 1 dan 2. “Wah ini kereta Argo atau Agro ya? Kok kotor sekali ya gerbongnya. Waduh ini kursinya copot dan berkarat, bisa tetanus nih kita? Wah harganya tiketnya Rp 400.000 tapi gak nyaman nih di kereta”, demikian komentar-komentar yang keluar dari rombongan kami. Terus terang kali ini kami kesecewa dengan layanan PT KAI yang keretanya kurang nyaman dan kotor serta rusak-rusak.

Komentar-komentar ini keluar karena membandingkan dengan pengalaman kami sebelumnya yang sering naik kereta jika ada kegiatan di kota lain. Sebelumnya pengalaman kami ke Bandung, Cirebon atau Yogyakarta selalu mendapatkan gerbong kereta yang nyaman dan bersih. Tapi pengalaman kali ini kami merasakan kaget dan langsung kurang merasa nyaman dengan kondisi kabin kereta (gerbong) yang kotor, banyak bagian yang tidak dan tidak terawat baik. Mohon pihak PT KAI memperbaiki dan meningkatkan pelayanan agar pengguna atau penumpang merasa aman dan nyaman sesuai dengan biaya harga tiket yang dibayarkan. Jaman sekarang dimana Indonesia sudah punya Moda Raya Terpadu (MRT), kereta cepat yang moderen dan canggih tapi layanan kereta regulernya mengecewakan.

 

Jakarta, 25 Maret 2019

Azas Tigor Nainggolan.
Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).
Kontak: 081381822567

Print Friendly, PDF & Email