No. Reg Rilis 025/RLS/V/2018 Release FAKTA. Pemda Jakarta akan menaikan Pajak Parkir.

No. Reg Rilis 025/RLS/V/2018

Release FAKTA.

Pemda Jakarta akan menaikan Pajak Parkir.

Pada hari Kamis 17 Mei 2018 lalu DPRD Jakarta mengundang saya Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) soal rencana Raperda Pemda Jakarta yang akan menaikkan pajak parkir dari 15% menjadi 30%. Alasan pemda Jakarta menaikkan pajak parkir untuk memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.

Dalam RDPU tersebut saya mengatakan bahwa kalo hanya menaikan pajak parkir itu tidak memiliki efek kepada beban berat bagi para pengguna kendaraan pribadi. Saya mengusulkan agar pemda Jakarta tidak hanya menaikan pajak parkir tetapi juga menaikan tarif parkir itu sendiri. Tarif parkir di Jakarta saat ini adalah tarif parkir paling murah di dunia. Bagi pemilik mobil pribadi cukup hanya menyediakan uang Rp 50.000 per hari untuk biaya parkir mobilnya. Sementara di kota negara lainnya para pemilik mobil pribadi jika ingin menggunakan mobil pribadinya harus membawa uang minimal Rp 500.000 per hari untuk biaya parkir.

Perda Parkir Jakarta sudah mengamanatkan bahwa tarif parkir harus mahal dan dilakukan dengan sistem zona. Artinya dengan sistem zona, tarif parkir dibagi 3 zona makin ke tengah kota semakin mahal. Sementara hingga hari ini tarif parkir, misalnya untuk mobil masih sangat murah Rp 5.000 untuk di sebuah wilayah Jakarta, tanpa pembagian zona. Tarif parkir mahal dengan sistem zona itu dibuat untuk menekan pengguna kendaraan pribadi dan mau berpindah gunakan angkutan umum. Tapi kenyataannya hingga hari ini kebijakan Perda Parkir Jakarta tersebut hanya tinggal tulisan belaka.

Jika memang ingin menekan para pengguna kendaraan pribadi lewat parkir maka yang harusnya dinaikan adalah tarif parkirnya hingga 10 kali dari Rp 5.000 menjadi Rp 50.000 per jamnya di wilayah atau zona yang demand dan berada tengah kita Jakarta. Sementara untuk tarif dipinggiran kota dengan demand rendah cukup di buat tarif Rp 5.000 per jam. Tarif parkir mahal dan terbatasnya ruang parkir akan menekan penggunaan kendaraan pribadi.

Jakarta pada Agustus 2018 mendatang menjadi tuan rumah kegiatan Asian Games. Sebaiknya Asian Games dijadikan momentum memperbaiki masalah transportasi yang ada di Jakarta seperti masalah manajemen perpakirannya. China dan India juga pernah menggunakan kesempatan internasional sebagai moment memperbaiki kebijakan manajemen perparkirannya. Mereka menaikan tarif parkirnya hingga 5 kali lipat atau menjadi 500%. Kebijakan menaikan tarif parkir menjadi mahal tersebut cukup efektif diteruskan walaupun kegiatan internasionalnya sudah selesai. Nah Indonesia, khususnya Jakarta bisa juga meniru kebijakan menaikan tarif parkirnya sekaligus menyiapkan Asian Games untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi serta kemacetan. Jadi sebaiknya yang dinaikan bukan hanya pajak parkir tapi juga adalah menaikan tarif parkir dengan sistem zonasi.

Jakarta, 20 Mei 2018.
Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email