No. Reg Rilis 035/RLS/VI/2018

No. Reg Rilis 035/RLS/VI/2018

Catatan Singkat. Teror Kejahatan di Angkutan Umum.

Masalah teror kejahatan di angkutan umum (angkot) di Jakarta kembali terjadi dan mengakibatkan seorang penumpang perempuan meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi di pada Sabtu, 23 Juni 2018 angkot 30A rute Tanjung Priok-Kelapa Gading sekitar jam 14.00 WIB di Jalan Yos Sudarso Pintu 3 Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara. Kejadian menimpa seorang pengguna angkot, Sukarsih (32 tahun) yang nekat melompat dari angkot karena ketakutan melihat penumpang bersamanya ditodong saat di perjalanan di sekitar daerah Plumpang, Jakarta Utara. Akibatnya Sukarsih meninggal dunia setelah dicoba menyelamatkan dan dibawa ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading. Polisi menduga kuat perbuatan ini sudah direncanakan oleh pelaku penodongan dan sopir karena melaju di jalur yang salah, yakni di jalur Transjakarta. Saat ini pihak kepolisian Polres Jakarta sudah menahan sopir dan mobil angkot digunakan untuk menjebak korbannya.

Kejadian kekerasan di angkutan umum rupanya masih belum selesai di kota Jakarta. Masih ada saja kejadian kekerasan yang meneror pengguna angkutan umum di Jakarta hingga hari ini. Kejadian kekerasan atau kejahatan di angkutan umum sering terjadi pada hari libur dimana saat itu jarang petugas yang melakukan pengawasan. Situasi tanpa pengawasan tersebut digunakan para pelaku kekerasan dan pengemudi untuk melakukan pelanggaran. Kejadian kejahatan di angkutan umum bisa terjadi karena tidak adanya pengawasan oleh petugas di lapangan.

Dalam kasus ini yang bisa dihukum tidak hanya pelaku dan sopirnya saja. Pemilik kendaraan yang digunakan melakukan kejahatan juga bisa dimintakan pertanggung jawaban secara hukum. Pihak pemilik bisa dianggap lalai mengawasi kendaraannya sehingga bisa digunakan sebagai alat kejahatan. Apalagi kendaraan yang digunakan adalah kendaraan angkutan umum yang pengawasan operasionalnya harus diawasi secara ketat. Pemilik kendaraan bisa dihukum karena dianggap lalai mengawasi pengoperasian armada angkutan umumnya secara baik sehingga mengakibatkan kematian seseorang.

Untuk mencegah agar tidak ada lagi tindak kekerasan atau kejahatan di angkutan umum, maka pemerintah harus melakukan pengawasan secara baik dan konsisten. Begitu pula jika terjadi kejahatan di angkutan umum maka semua pihak yang terkait dengan kejahatan yang terjadi, pelaku – sopir – pemilik harus dihukum, diberi sanksi tegas dan berat secara pidana dan administrasi. Selanjutnya pihak Pemprov Jakarta harus segera melakukan implementasi integrasi angkutan umum di Jakarta, termasuk semua angkot yang ada secara baik dan benar. Integrasi semua angkutan umum yang ada akan memberikan layanan yang berkeselamatan, aman, nyaman dan terjangkau kepada penggunanya. Melalui pelayanan terintegrasi juga akan memudahkan pengawasan semua layanan angkutan umum yang beroperasi.

Jakarta, 24 Juni 2018.
Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

Print Friendly, PDF & Email