No. Reg Rilis 037/RLS/V/2019 – Terminal Pulogebang, nasibmu kini?

No. Reg Rilis 037/RLS/V/2019

Pers Release.

Terminal Pulogebang, nasibmu kini?

Minggu lalu saya mengunjungi terminal Pulogebang, Jakarta Timur, setelah sekian tahun setelah peresmiannya. Saya mengunjungi terminal Pulogebang dalam rangka melihat kesiapan pelayanan arus mudik menggunakan bus jarak jauh buat warga Jakarta dan sekitarnya. Pada kunjungan Minggu lalu saya mendapatkan kekotoran, kekacauan dan ketidak nyamanan serta banyak orang merokok di kawasan terminal Pulogebang. Setelah mengunjungi terminal Pulogebang saya menghubungi kepala dinas Perhubungan pemprov Jakarta dan melaporkan hasil kunjungan saya. Kepada kepala dinas, bapak Sigit Wijatmoko dan kebetulan ada KUPT Terminal Pulogebang saya sampaikan kondisi kurang baik yang ada di sana. Harapan saya dalam seminggu ada perbaikan.

Awalnya terminal Pulogebang ini digadang-gadang sebagai terminal termegah se Asia Tenggara. Saat peresmiannya saya mengatakan bahwa terminal Pulogebang sulit menjadi terminal termegah se Asia Tenggara. Pasalnya Malaysia, sudah memiliki terminal megah dan sangat akses serta terintegrasi 10 moda kereta dan bus jarak jauh serta bus jarak dekat dari kita Kualalumpur. Terminal tersebut adalah Terminal Bersepadu Selatan (TBS) di Kualalumpur, Malaysia. Kemana pun kita jika berawak dari Kualalumpur akan dapat dijangkau melalui TBS. Kondisi terminal sangat nyaman, informatif, aman dan sangat bersih serta terintegrasi baik, dapat mudah diakses oleh penggunanya.

Pagi tadi saya bersama seorang teman dari Forum warga Kota Jakarta (FAKTA) kembali melakukan kunjungan di terminal Pulogebang bertemu juga dengan kepala operasional terminal Pulogebang, bapak Emiral. Konon awalnya terminal Pulogebang ini dibangun untuk membangun layanan terpadu angkutan umum di Jakarta. Konon juga maunya menjadi terminal paling akses dan nyaman. Tetapi ketika kembali memasuki terminal Pulogebang justru kesannya masih sama saja dengan terminal Pulogadung jaman dulu. Terminalnya tidak akses, semrawut, kotor dan tidak nyaman juga ada calo dimana-mana. Saya sepakat dengan teguran oleh menteri Perhubungan agar terminal Pulogebang diperbaiki sistem layanannnya. Juga saya mendukung perbaikan pengelolaan terminal Pulogebang oleh Kemenhub. Agar tidak mengecewakan warga Jakarta segera pemprov Jakarta perbaiki pengelolaan terminal Pulogebang secara baik dan maksimal. Apalagi saat ini adalah masa persiapan arus mudik hari raya Lebaran.

Jakarta, 20 Mei 2019

Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

Print Friendly, PDF & Email