No. Reg Rilis 041/RLS/VIII/2018 Catatan Singkat tentang #2019gantipresiden.

No. Reg Rilis 041/RLS/VIII/2018

Catatan Singkat tentang #2019gantipresiden.

Dua hari kemarin ada berita tentang penolakan terhadap acara massa aksi #2019gantipresiden di beberapa kota. Sebenarnya kegiatan massa #2019gantipresiden ini melanggar peraturan KPU karena dilakukan sebelum masa kampanye terbuka pilpres. Kegiatan mereka adalah kegiatan kampanye pilpres yang masih di tahun 2019 mendatang. Massa atau kegiatan kampanye #2019gantipresiden ini berada di belakang kegiatan partai politik. Padahal kal0 ditanya apakah calon kubu #2019gantipresiden bisa menggantikan Jokowi, mereka juga jawabnya tidak jelas dan ragu-ragu.

Mengapa demikian? Kegiatan mereka ini menuju pada gerakan mengganti presiden pada pilpres di 2019 mendatang. Jelas gerakan #2019gantipresiden tidaklah gratisan dan ada pesanan dari koalisi partai politik yang berseberangan denganJokowi yang sekarang masih menjadi presiden RI. Jadi mereka tidak bisa bohong dan tidak bisa bersembunyi kegiatan mereka di belakang atau mengatasnamakan kemerdekaan berpendapat. Gerakan #2019gantipesiden tidak independen dan jelas partisan para lawan politiknya Jokowi.

Sudah beberapa hari ini juga saya sering melihat iklan sebuah produsen cat yang menggunakan tagar #jadibarulagi. Iklan tersebut menunjukan semua barang yang kita gunakan jadi baru lagi setelah dicat kembali. Nah untuk membenahi lawan, bisa juga #jadibarulagi digunakan untuk manyaingi #2019gantipresiden. Penggantian dengan tagar #2019gantipresiden tersebut belum menjamin bahwa pengguna #2019 dapat membangun gerakan ganti presiden. Masalahnya adalah calon yang ditawarkan dari kubu seberang tersebut belum terlihat karya baktinya untuk bangsa ini. Calon dari sebelah hanya memiliki pengalaman sebagai calon presiden untuk ketiga kalinya. Jadi berat perjuangan untuk menyaingi apalagi mengalahkan Jokowi yang masih menjadi presiden sekarang ini.

Nah tagar #jadibarulagi cocok dan bisa menggerakkan kesadaran mempertahan ya jabatan presiden lama menjadi presiden baru lagi di 2019. Menjadikan presiden lama dengan “dipoles cat” baru atas kekurangan dan kelemahannya pada masa sekarang untuk periode kedua 2019. Pilihannya kan lebih logis dan masuk akal jika kita melakukan langkah dengan melanjutkan langkah yang sudah dimulai dengan perbaikan. Perbaikan yang dilakukan adalah untuk #menjadibarulagi dan lebih maju. Pilihan yang tidak masuk akal dan bodoh jika kita memulai baru dengan menggantikan pada orang yang belum jelas karya baktinya bagi negeri ini. Sekedar catatan singkat saja dari pada #2019gantipresiden kan lebih baik #jadibarulagi.

Jakarta, 27 Agustus 2018
Astina.

Print Friendly, PDF & Email