No. Reg Rilis 042/RLS/VI/2019 – Selamat Ulang Tahun Jakarta

Selamat Ulang Tahun Jakarta.
Catatan Singkat untuk ulang tahun kota Jakarta ke 492.
No. Reg Rilis 042/RLS/VI/2019

Beberapa hari ini saya mendapatkan wawancara teman wartawan tentang hasil sebuah lembaga survey yang mengatakan Jakarta sekarang peringkat ke 7 kota termacet di dunia yang sebelumnya di di tingkat ke 4. Menurut pemprov masuk ke peringkat 7 itu adalah sebuah pencapaian prestasi karena turun dari ke 4 menjadi ke 7. Padahal menurut saya walau sekarang peringkat ke 7 ya Jakarta masih macet dan semrawut. Beberapa wartawan juga bertanya dalam kaitannya dengan Hari Ulang Tahun Jakarta (HUT). Ya pada tanggal 22 Juni 2019 kota Jakarta akan berumur 492 tahun. Tampaknya semakin tua, Jakarta terus bertambah tidak sehat dan sesak nafas karena Kemacetannya yang terus bertambah parah. Beberapa teman wartawan bertanya tentang masalah kemacetan serta transportasi di Jakarta. Terkait dengan kondisi masih macetnya Jakarta dan masih buruknya layanan angkutan umum di Jakarta. Padahal Jakarta sudah memiliki beberapa moda angkutan umum massal yang canggih seperti Busway Transjakarta, Komuter Line dan MRT serta sekarang ditambah LRT. Ya tapi kok setahun ini rasanya Jakarta makin sesak bernafas karena tingkat kemacetan yang tambah buruk.

Teman-teman wartawan bertanya tentang kemacetan Jakarta serta apa pengaruhnya moda transportasi publik yang dengan kemacetan Jakarta? Ada juga teman wartawan yang wawancara dengan saya terkait dengan program Electronic Road Pricing (ERP) Restribusi Jalan Berbayar secara elektronik yang belum terwujud hingga saat ini di Jakarta. Semua pertanyaan teman wartawan tersebut terkait dengan Jakarta yang saat ini bertambah macet dan bagaimana kebijakan pemprov Jakarta dalam mengatasinya?

Sebagaimana kita ketahui bahwa kemacetan Jakarta adalah akibat dari buruknya layanan angkutan umum di Jakarta. Kondisi ini membuat masyarakat lebih menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau sepeda motor dalam bertransportasi. Akibatnya memang jalan raya di Jakarta macet karena dipenuhi oleh kendaraan pribadi. Mengatasi masalah macet Jakarta ini bukanlah bukanlah hal sulit karena penyebabnya sudah jelas dan jalan keluarnya pun sudah ada. Penyebabnya adalah layanan angkutan umum yang masih buruk dan mudahnya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi. Jalan keluarnya adalah perbaiki sistem layanan angkutan umum di Jakarta dan kendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi di Jakarta. Itu saja sebenarnya dasar kebijakan yang seharusnya dilakukan oleh pemprov Jakarta, dalam hal ini gubernur Jakarta, Anies Baswedan.

Jika Jakarta masih terus macet hingga hari ini maka dapat disimpulkan bahwa Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta hingga hari ini belum juga melakukan kebijakan atau belum bekerja dengan baik untuk memecahkan masalah kemacetan Jakarta. Hingga hari ini Anies belum juga membangun sistem layanan angkutan yang baik yakni terintegrasi satu sama lain sehingga masyarakat mudah mengakses dan merasa nyaman serta memilih angkutan umum sebagai alat transportasinya. Begitu pula hingga hari ini Anies Baswedan belum juga membuat kebijakan mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor pribadi dengan membuat kebijakan ERP serta pengendalian melalui parkir sulit serta mahal. Kebijakan pengendalian ini perlu dilakukan agar masyarakat tidak mudah menggunakan kendaraan bermotor pribadi sehingga mereka mau berpindah menjadi pengguna angkutan umum dalam bertransportasi sehari-harinya.

Jadi sebenarnya hanya simpel saja jika mau membuat Jakarta tidak macet lagi. Semua penyebabnya sudah jelas dan jalan keluarnya juga sudah jelas ada. Masalahnya sekarang adalah agar Anies Baswesan sebagai gubernur Jakarta bekerjalah dengan baik. Sebagai gubernur Jakarta, Anies harus bekerja mengorganisir anak buahnya membangun sistem layanan angkutan umum yang terintegrasi secara baik serta membangun kebijakan pengendalian penggunaan kendaraan bermotor pribadi secara benar konsisten. Mari Anies Baswedan, gubernur Jakarta bekerja secara baik untuk Jakarta yang lancar dan sehat. Selamat ulang tahun ke 492 kota Jakarta.

Jakarta, 20 Juni 2019

Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email