No. Reg Rilis 047/RLS/VII/2019 – Perbaikan Layanan DAMRI.

No. Reg Rilis 047/RLS/VII/2019

Perbaikan Layanan DAMRI.

Pagi ini saya mendapat kabar dari teman wartawan bahwa hari Jumat kemarin ada aksi yang dilakukan oleh pengemudi bus DAMRI di Blok M Jakarta Selatan. Saya mendapat informasi bahwa aksi itu dilakukan untuk menolak sikap tegas manajemen DAMRI terhadap pengemudi yang melanggar perbaikan sistem tiketing di bus DAMRI. Dalam sistem tiketing baru bus DAMRI saat ini dilakukan secara elektronik. Pengguna atau penumpang DAMRI haru membeli tiket di loket atau secara online. Tiket yang dibeli di-tap ke sebuah alat kontrol yang dipasang di dalam bis DAMRI. Nah yang terjadi, masih saja pengemudi mengambil tiket penumpang dan melakukan penjualan tiket di atas bus. Tindakan ini diketahui manajemen DAMRI berkat laporan para pengguna DAMRI. Saya sebagai pengguna setia bus DAMRI ke bandara Soeta mengalami kejadian tidak mengenakan ini beberapa kali dan melaporkannya ke ibu Milatia (Dirut DAMRI). Manajemen DAMRI melakukan tindakan tegas terhadap pengemudi yang melanggar sistem tiketing ini.

Sudah sekitar dua tahun ini pelayanan bus DAMRI khusunya jalur ke bandara Soeta yang sering saya gunakan mengalami perbaikan. Saya juga sebagai pengguna setia bus DAMRI mendapat banyak info bahwa manajemen DAMRI saat ini sedang banyak melakukan perbaikan sistem pelayanan DAMRI. Salam satunya adalah mengurangi kebocoran pendapatan pelayanan Bu DAMRI. Kita ketahui bersama seringkali perusahaan negara di bidang transportasi darat mengalami kerugian besar dan bangkrut karena kebocoran atau korupsi di dalam tubuhnya sendiri. Jika tidak mau bangkrut terpaksa pemerintah mempertahankan dengan memberikan subdisi ke manajemen perusahaan transportasi tersebut. Tapi tidak dengan manajemen DAMRI saat ini. Pemerintah bersama manajemen DAMRI memperbaiki mulai dari dalam dengan membangun sistem pengawasan dan pengelolaan keuangan untuk peningkatan layanan. Misalnya saja saat ini sudah disiapkan sistem layanan tiket elektronik oleh manajemen DAMRI tapi tidak digunakan oleh pihak pengemudi dan bagian layanan di lapangan. Tiket penumpang saat diperjalanan diminta kembali oleh pengemudi atau kondektur (Helper) dan dijual kembali ke penumpang lain di perjalanan berikutnya. Efisiensi dan pengawasan dibangun dengan mengurangi keberadaan kondektur yang tidak ada dalam struktur pelayanan bus DAMRI.

Keberadaan kondektur honornya dibayarkan oleh pengemudi karena tidak ada dalam struktur pelayanan bus DAMRI. Saya mendapat informasi satu pengemudi hingga bisa memiliki dan menggaji 3 orang Helper. Sementara pendapatan seorang pengemudi bus DAMRI saat ini take home pay nya Rp 10 juta. Pertanyaan sederhana saja dari mana uang pengemudi bisa menggaji hingga 3 orang kondektur? Mana ada orang yang pendapatannya dikurangi sangat besar begitu saja? Untuk mengurangi masalah kebocoran dan peningkatan layanan, kondektur dihapuskan. Penghapusan konduketr agar sistem pengawasan tiketing berjalan baik dan ternyata pendapatan DAMRI pada banyak jalur meningkat sampai 40% hingga 50%. Nah berarti kondektur terbukti bagian dari masalah kebocoran tiketing DAMRI dong dan peniadaan kondektur menghasilkan kebaikan dalam layanan DAMRI.

Pengalaman saya dua bulan ini menunjukan bahwa ada banyak pihak yang ingin menggagalkan bangunan perbaikan sistem layanan DAMRI saat ini. Kebocoran yang besar melalui sistem tiketing rupanya mau dipertahankan oleh mereka karena perbaikan sistem tiketing telah merusak pendapatan gelap mereka. Para mengemudi tetap mengambil ulang tiket penumpang di perjalanan dan tetap ada penjualan tiket di atas bus. Padahal manajemen sudah memasang alat kontrol tiket elektronik dan tidak membolehkan pemebelian tiket di atas bus. Banyak laporan disampaikan pengguna atau penumpang bus DAMRI atas pengambilan tiket di perjalanan oleh pengemudi dan manajemen melakukan tindakan tegas terhadap pengemudi tersebut. Manajemen ingin membangun DAMRI dengan pekayanan terbaik kepada penumpangnya. Nah saya melihat penolakan para pengemudi atau petugas lapangan DAMRI ini adalah bagian menolak perbaikan pelayanan DAMRI. Saya mendukung manajemen bus DAMRI memperbaiki layanan kepada kamu penggunanya. Saya mendukung manajemen DAMRI menindak tegas para pencuri uang negara dalam pelayanan DAMRI.

Jakarta, 6 Juli 2019

Azas Tigor Nainggolan
Pengguna setia bus DAMRI. Analis Kebijakan Transportasi dan ketua Forum Warga Kota Jakarta.

Print Friendly, PDF & Email