No. Reg Rilis 048/RLS/VII/2019 – Penegakan Hukum atau Peraturan Lalu Lintas Secara Elektronik oleh Polda Metro Jaya

No. Reg Rilis 048/RLS/VII/2019
Pers Release.

Penegakan Hukum atau Peraturan Lalu Lintas Secara Elektronik oleh Polda Metro Jaya.

Tanggal 1 Juli 2019 ini Polri mulai melakukan penegakan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Hukum atau Penegakan Peraturan atau Lalu Lintas Secara Elektronik oleh Polda Metro Jaya atau publik sering menyebutnya sebagai Tilang Elektronik. Saya menulis kembali tulisan saya peluncuran sistem ETLE ini pada 25 Oktober 2018 lalu oleh Wakapolri saat itu. Penerapan atau penggunaan sistem ETLE ini tidak lepas dari upaya Polri untuk menjawab kebutuhan peningkatan pelayanan dan penegakan peraturan kalau lintas sesuai perkembangan zaman. Ya teknologi terus berkembang seiring perkembangan zaman. Manusia juga terus berkembang perilakunya tapi juga ada yang tetap sama dalam menyikapi peraturan. Termasuk perilakunya melanggar peraturan tetap saja dikarenakan pengawasan yang masih kurang tegas. Begitu pula perilaku melanggar peraturan lalu lintas saat ini sudah semakin berat kualitas serta kuantitasnya. Pelanggaran- Pelanggaran itulah yang pada akhirnya mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Pelanggaran peraturan lalu lintas saat ini seperti sudah tidak terkendali dikarenakan keterbatasan penegakan pihak kepolisian. Setiap kali dilakukan Operasi Khusus penegakan atau Tertib Lalu Lintas oleh Kepolisian selalu saja menindak puluhan ribu pelanggar.

Besarnya keberhasilan penegakan itu mengatakan bahwa masih tingginya angka pelanggaran peraturan lalu lintas. Tapi sebenarnya angka pelanggaran yang terjadi jauh lebih besar, bahkan bisa 5 kali lipat jumlah yang tertangkap operasi penegakan. Jauh lebih kecilnya angka penegakan dikarenakan kepolisian masih menggunakan cara manual dalam penegakan di lapangan ketika itu. Sementara perkembangan jumlah pengguna kendaraan bermotor begitu masif termasuk jumlah pelanggaran lalu lintasnya. Untuk menekan pertumbuhan angka pelanggaran tersebut harus ada terobosan atau inovasi dalam cara pengawasan dan penegakan peraturan lalu lintas di lapangan atau di jalan raya.

Keputusan atau pilihan menggunakan teknologi elektronik dalam penegakan peraturan lalu lintas atau ETLE menjadi sejarah baru dalam upaya kepolisian Indonesia dalam mengembangkan inovasi penegakan hukum lalu lintas. Kepolisian Indonesia khususnya Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya melaunching atau meluncurkan inovasi sistem penegakan hukum atau peraturan lalu lintas secara elektronik, yang biasa disebut sebagai Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE. Sistem penegakan elektronik ini menggunakan perkembangan teknologi dalam pengawasan dan penegakan hukum di lapangan. Posisi alat dari teknologi ETLE ini sangat membantu pihak kepolisian dalam melakukan penegakan hukum lalu lintas.

Menggunakan alat ETLE ini, pihak kepolisian tidak lagi memerlukan jumlah personil yang banyak untuk ditempatkan di jalan-jalan raya dalam melakukan pengawasan serta penegakan aturan lalu lintas. Pengembangan
teknologi bisa digunakan sebagai alat – sarana membantu penegakan hukum atau peraturan lalu lintas dalam praktek di lapangan. Termasuk juga untuk penegakan peraturan lalu lintas di kota-kota seperti Jakarta dan sekitarnya. Pengawasan dan penegakan berbasis teknologi seperti sistem elektronik dalam ETLE bisa merubah perilaku masyarakat dalam berlalu lintas. Secara teknis penggunaan pengembangan teknologi membuat kinerja kepolisian lebih efektif, akuntabel, profesional dan modern dalam melayani masyarakat.

Gagasan membangun sistem penegakan hukum atau peraturan lalu lintas secara elektronik atau ETLE di Jakarta sebenarnya sudah menjadi ide atau gagasan sejak tahun 2010 lalu. Pemikiran menggunakan sarana elektronik dalam sistem penegakan muncul karena tingginya pelanggaran hukum lalu lintas dan semrawutnya lalu lintas di Jakarta ketika itu. Tingginya akan pelanggaran dan kesemrawutan lalu lintas di Jakarta disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat pengguna jalan dalam berlalu lintas. Aspek keselamatan dalam berlalu lintas sering diabaikan oleh masyarakat sendiri.

Perubahan pendekatan penegakan secara elektronik ini akan membantu pengawasan, penegakan dan pembangunan perilaku tertib dalam berlalu lintas. Perubahan tersebut merupakan perubahan positif perilaku masyarakat dalam berlalu lintas. Perubahan perilaku yang dibangun akan mengurangi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Berkurangnya angka pelanggaran maka akan mengurangi angka kecelakaan dan jatuhnya korban dalam berlalu lintas.

Tujuan utama dari penggunaan pengawasan secara elektronik ini pemerintah ingin menjadikan jalan raya dapat diawasi secara efektif, menyeluruh dan penegakan hukum lalu lintasnya jadi lebih baik. Hukum atau peraturan serta kebijakan pemerintah yang baik dan penegakan isinya secara konsisten akan membawa perubahan atau membangun perilaku yang baik bagi masyarakatnya. Begitu pula dengan penerapan inovasi kebijakkan penegakan peraturan secara elektronik adalah sangat positif membantu pengawasan serta penegakan peraturan dalam berlalu lintas masyarakat secara tegas konsisten. 
Melalui rekaman kamera sistem ETLE para pengemudi dapat dipantau langsung saat mengendarai kendaraannya. Misalnya saya saat mengendara menggunakan HP, melanggar aturan Ganjil Genap atau perilaku melanggar peraturan lalu lintas lainnya. Melalui penerapan penegakan secara eletronik dengan ETLE ini diharapkan terjadi transformasi perilaku masyarakat dalam mengendarai kendaraan. Diharapkan sistem ETLE dapat membangun perilaku masyarakat menjadi lebih tertib dan disiplin terhadap peraturan lalu lintas. Perkembangan perilaku disiplin ini menjadi modal dasar membangun perilaku masyarakat yang berbudaya keamanan secara sosial.

Selamat kepada jajaran Kepolisian RI yang telah menorehkan sejarah baru membangin sistem ETLE dalam layanan pengawasan lalu lintas berkeselamatan secara elektronik. Semoga hari mendatang, Kepolisia RI terus mengembangkan pelayanan publiknya secara berkesinambungan.

 

Jakarta, 10 Juli 2019

Azas Tigor Nainggolan.
Penulis adalah Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email