No. Reg Rilis 049/RLS/VII/2019 – Menolong itu Harus Rela dan Total

No. Reg Rilis 049/RLS/VII/2019
Menolong itu Harus Rela dan Total.

Tersiar kabar bahwa Pemrov Jakarta meminta masyarakat untuk melepas semua spanduk penolakan terhadap keberadaan pengungsi suaka di gedung bekas Komando Militer (Kodim), Jakarta Barat. Spanduk-spanduk penolakan itu ditujukan atas keberadaan para pencari suaka dari Timur Tengah di kawasan gedung bekas Kodim tersebut.

Pemprov Jakarta membantu memindahkan dan menyediakan tempat penampungan sementara bagi para pencari suaka atas permintaan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Munculnya penolakan masyarakat di sekitar kawasan itu diakibatkan adanya rasa terganggu masyarakat sekitar karena para pengungsi sering keluar tempat penampungan. Para pengungsi itu keluar karena perlu mencari makanan dan minuman di luar penampungan. Mereka, para pengungsi juga mengeluh bahwa tempat penampungan fasilitas masih kurang memadai seperti kurangnya air bersih, kurang layaknya tempat tidur serta kurangnya pendampingan sosial psikologis bagi pengungsi.

Para pengungsi Timur Tengah ini sudah lama datang ke Indonesia akibat perang saudara di negaranya dan sedang menunggu adanya negara ketiga yang mau menerima mereka. Sebelum mereka dibawa ke kawasan Kodim Jakarta Barat, para pengungsi sempat terlunta-lunta dan terakhir mereka tinggal di emperan jalan Kebun Sirih Jakarta Pusat Mereka terpaksa mengungsi agar mereka dan keluarganya selamat. Kondisi ini memang membuat mereka membutuhkan bantuan orang lain atau sesamanya. Melihat keadaan seringnya mereka terlunta-lunta seperti ini menunjukan bahwa mereka tidak diurus atau ditolong secara baik oleh UNHCR di Indonesia. Kurangnya fasilitas mereka pengungsian di kawasan bekas markas Kodim itu menunjukan bahwa pemprov Jakarta tidak menyiapkan tempat penampungan secara baik dan manusiawi.

Sering kita lihat, para pemelihara hewan saja akan mempersiapkan kandang barunya lebih baik dari kandang sebelumnya bagi hewan peliharaannya. Adanya penolakan dari masyarakat sekitar menunjukkan bahwa pemprov Jakarta tidak menyiapkan pemindahan secara baik dan tidak melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tempat penampungan. Ada cerita bahwa jika kita mau menolong orang atau sesama itu harus rela dan total. Begitu pula dalam hal menolong para pengungsi Timur Tengah ini seharusnya pemprov Jakarta melakukannya dengan rela hati dan total. Jika.dilakukan sosialisasi dan pendekatan, bisa saja masyarakat sekitar ikut teribat membantu mengurusi para pengungsi di tempat penampungan. Pengalaman di negara lain, para pengungsi diperlakukan secara baik dan manusiawi di penampungan. Begitu pula pemerintah setempat membantunya secara baik dan total bersama masyarakatnya. Memang menolong sesama itu harus dengan kerelaan hati serta sikap total dalam menolong.

 

Jakarta, 16 Juli 2019

Azas Tigor Nainggolan 
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

Print Friendly, PDF & Email