No. Reg Rilis 052/RLS/IX/2018. Catatan Singkat tentang Korupsi.

No. Reg Rilis 052/RLS/IX/2018

Catatan Singkat tentang Korupsi.
Mengapa kejaksaan agung lebih sigap dibandingkan KPK?

Koruptor mengaku berjasa.
Saat ditangkap aparat kejaksaan agung, Karen mantan Dirut Pertamina mengaku telah meningkatkan produksi dan pendapatan Pertamina. Pendek kata Karena merasa telah berjasa sebagai Dirut Pertamina. Memang para koruptor di Indonesia selalu mengaku sudah berjasa dan menyalahkan penangkapan atas dirinya. Selain itu para koruptor itu tetap bisa tersenyum bangga dan senang saat digiring masuk penjara. Seperti tidak ada takutnya. Mungkin karena di Indonesia koruptor masih bebas dan bisa menjadi anggota DPR dan DPRD?

Nah kalo Karen ditangkap oleh kejaksaan agung, berarti dia mau mengatakan kejaksaan agung telah salah menangkap dirinya. Saya juga mau bertanya kok, kejaksaan agung yang menangkap Karen? Mengapa juga KPK tidak menangkap Karen atas sangkaan korupsi di Pertamina. Sepertinya ada kebijakan atau desakan politis dalam penangkapan Karen? Kalo masih seperti ini model penyelesaian kasus korupsi di Indonesia maka tujuan pemberantasan korupsi di negeri ini tidak akan membuahkan hasil negeri bersih dari korupsi.

Kejadian serupa juga pernah terjadi ketika kami melaporkan dugaan korupsi dalam pengadaan bus Transjakarta. Saat itu 24 Februari 2014 kami, FAKTA melaporkan ke KPK tapi tidak ditangani oleh KPK. Alasan KPK adalah karena kami melaporkannya kurang bukti. Tapi beberapa hari kemudian pihak kejaksaan agung menangkap Kadishub Jakarta, Pristono dengan sangkaan korupsi pengadaan bus Transjakarta, yang substansinya seperti laporan kami ke KPK sebelumnya. Pertanyaan kami kok kejaksaan agung lebih sigap dan lebih berani dibandingkan KPK. Hasilnya pun kejaksaan agung berhasil menghukum Pristono 13 tahun penjara di tingkat Mahkamah Agung. Coba lihat dalam kasus penangkapan 3 orang hakim di PN Medan Sumatera Utara. Keesokan harinya 2 hakim yang ditangkap dilepaskan kembali oleh KPK sendiri. Kok KPK menangkap orang yang tidak bersalah? Ada apa dengan KPK jika seperti ini keadaannya?

 

(Astina, 26 September 2018)

Print Friendly, PDF & Email