No. Reg Rilis 062/RLS/X/2018. Catatan Singkat tentang Pengendalian Macet Jakarta. Melanjutkan Ganjil Genap dengan ERP.

No. Reg Rilis 062/RLS/X/2018

Catatan Singkat tentang Pengendalian Macet Jakarta.

Melanjutkan Ganjil Genap dengan ERP.

Asian Games dan Asia Paragames sudah selesai dilaksanakan di Jakarta. Setelah kedua acara tersebut selesai, pemprov Jakarta mengumumkan bahwa akan tetap melakukan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi dan kemacetan Jakarta dengan melanjutkan penerapan perluasan Ganjil Genap (Ganjen) hingga akhir Desember 2018. Awalnya kebijakan Perluasan Ganjen tersebut diperpanjang setelah Asian Games untuk membantu kelancaran lalu lintas selama even Asian Paragames yang dilakukan pada 3-13 Oktober 2018. Penerapan Ganjil Genapnya agak berbeda dengan saat Asian Games, yakni hanya berlaku pada hari kerja, Senin-Jumat dan tidak berlakunya pada hari libur nasional. Nah setelah Asian Paragames ini Ganjen kembali diperpanjang hingga akhir Desember 2018.

Penerapan pengendalian Ganjil Genap atau Ganjen saat Asian Games dan Asian Paragames 2018 lalu boleh dibilang berhasil mengendalikan kemacetan di koridor jalan yang menjadi target. Lalu lintas khususnya di area perjalanan atlit yang diterapkan Ganjen berjalan lancar tanpa masalah kemacetan. Menurut pemprov Jakarta bahwa keberhasilan kelancaran lalu lintas itu juga diikuti oleh keberhasilan menurunkan tingkat pencemaran udara Jakarta selama Ganjen diterapkan setiap hari terutama pada momen Asian Games. Begitu pula saat kebijakan Ganjen diperpanjang berlaku pada hari kerja, Senin-Jumat saat acara Asian Paragames. Perpanjangan penerapan Ganjen hanya pada hari kerja Senin-Jumat ini sebenarnya menurunkan pencapaian perbaikan yang sudah dicapai selama masa pelaksanaan Asian Games dengan Ganjen setiap hari. Tentunya tingkat kelancaran lalu lintas dan penurunan pencemaran udara hanya tercapai pada hari kerja saja selama Asian Paragames.

Perpanjangan penerapan perpanjangan Ganjen hingga akhir Desember 2018 ini menimbulkan pendapat pro kontra di kalangan publik Jakarta. Perlu diingat bahwa kebijakan pengendalian dengan ganjil genap atau Ganjen hanyalah kebijakan sementara, bukan jangka panjang atau permanen. Artinya setelah menggunakan kebijakan Ganjen seharusnya dilanjutkan kebijakan berikutnya yang permanen sifatnya. Dapat dikatakan bahwa keberhasilan penerapan Ganjen ini membawa perubahan perilaku bertransportasi warga Jakarta. Tidak dapat dipungkiri sudah banyak warga Jakarta yang sudah terbiasa meninggalkan mobil pribadinya di rumah. Mereka berpindah menggunakan kendaraan umum dalam bertransportasi. Dalam berbagai kesempatan juga warga Jakarta sudah mengatakan pengalaman bahwa lalu lintas Jakarta memang tambah lancar di area Ganjil Genap. Warga juga mengatakan bahwa mereka sudah menjadi terbiasa dan menikmati dengan penerapan Ganjen walau awalnya agak sulit. Jika penerapan Ganjen dihapus maka akan manjadi sebuah kemunduran. Menjadi kemunduran yang merusak pengendalian kemacetan serta merusak kebiasaan lalu lintas warga Jakarta yang sudah ramah terhadap upaya pengendalian penggunaan kendaraan pribadi. Warga Jakarta sudah mulai beralih dari menggunakan mobil pribadi ke angkutan umum massal secara suka rela.

Pertanyaannya sekarang, langkah pengendalian apalagi selanjutnya setelah Ganjil Genap atau Ganjen? Penggunaan Ganjen sebagai kebijakan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi hanya bersifat sementara. Selanjutnya harus dilakukan kebijakan pendakian yang permanen. Salah satu kebijakan pengendalian yang lebih permanen atau dapat digunakan dalam waktu cukup panjang adalah Sistem Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar elektronik.

Bagaimana upaya pengendalian kemacetan melalui pengendalian penggunaan kendaraan pribadi sesudah Asian Paragames? Pencapaian pengendalian penggunaan kendaraan pribadi ini memang sebaiknya diteruskan saja. Pengalaman pengendalian saat Asian Games sebaiknya dijadikan modal atau momen perbaikan masalah kemacetan Jakarta. Alasannya adalah warga sudah memiliki kebiasaan baik berlalu lintas di Jakarta dengan pengendalian Ganjen. Banyak dari warga yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum. Ada baiknya upaya pengendalian ini dilanjutkan dengan penerapan pengendalian menggunakan sistem Jalan Berbayar Electronik atau Electronic Road Pricing (ERP).

Perpanjangan dengan ERP ini pun akan sangat mudah dilakukan di area Ganjil Genap atau Ganjen, dimana warga tidak akan menolak karena sudah terbiasa dengan kebijakan pengendalian sebelumnya. Kebijakan ERP ini sudah teruji dan berhasil mengendalikan kepadatan atau kemacetan akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi seperti di Singapura, London Inggris dan ockholm Swedia. Ada baiknya pemprov Jakarta dan Polda Metro Jaya mengadopsi penerapan ERP di Jakarta. Penerapan ERP bisa segera dipersiapkan selama perpanjangan Ganjen di jalan-jalan yang saat ini menerapkan Ganjen. Apalagi sampai sekarang ERP sudah dikenal oleh warga Jakarta dan sudah memiliki dasar hukum atau regulasi penerapannya. Tinggal nanti pihak Pemprov Jakarta melakukan pembangunan ERP bersama perusahaan yang benar-benar profesional serta memiliki bukti pengalaman mengelola sistem ERP di negara lain.

Bukti sudah menunjukkan misalnya saja di Singapura bahwa dengan ERP mereka dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi kemacetan secara signifikan. Seorang pengemudi taksi online yang pernah saya tumpangi pernah berkata bahwa pengendalian penggunaan kendaraan pribadi setuju dilanjutkan dengan menggunakan ERP. Menurut si sopir itu selain kawasannya terkendali, dengan ERP pemerintah mendapat uang juga. Walau pun sebenarnya ERP bukanlah untuk mencari uang tetapi sisi positif yang dikatakan si sopir sangat menarik. Berdasarkan pengalaman baik ini maka memang segera pemerintah menyiapkan langkah penerapan ERP sesudah menggunakan Ganjil Genap atau Ganjen. Selain itu juga pengalaman warga yang sudah berpindah ke angkutan umum massal ini perlu difasilitasi oleh pemerintah dengan menyediakan layanan angkutan umum massal secara baik. Seharusnya pemerintah segera memperbaiki dan meningkatkan pelayanan angkutan umum massal di Jakarta. Jangan biarkan dan sia-siakan kebiasaan warga yang sudah menggunakan angkutan umum massal untuk bertransportasi di Jakarta. Kota Metropolitan dan kita yang ramah serta sehat adalah kota yang angkutan umum massalnya akses, aman dan nyaman. Sudah seharusnya sejak tahun 2010 lalu Jakarta sudah menerapkan ERP dan memiliki layanan angkutan umum massal yang ramah untuk warganya. Jangan sampai tertinggal terus di belakang kota-kota negara lain sudah lancar juga akses, tetapi Jakarta macet terus. Apa kerja pemerintahnya jika Jakarta terus macet berpuluh tahun tanpa perbaikan. Memalukan dan tidak punya malu pemerintahnya.

Jakarta, 13 Oktober 2018.
Azas Tigor Nainggolan, analis kebijakan transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

Print Friendly, PDF & Email