No. Reg Rilis 067/RLS/X/2018 Catatan Singkat tentang Putus Mitra dan Poin Driver GoJek. Berjuang bersama para driver Ojek Online (Ojol) GoJek.

No. Reg Rilis 067/RLS/X/2018

Catatan Singkat tentang Putus Mitra dan Poin Driver GoJek.

Berjuang bersama para driver Ojek Online (Ojol) GoJek.

Sore ini saya dan teman-teman FAKTA berksempatan menerima pengaduan ribuan driver Ojek Online dari GoJek. Pengaduan tersebut dilakukan di salah satu tempat yang menjadi pos mereka di Kolong Fly Over Pancoran Jakarta Selatan.

Sudah sekitar 5.000 anak driver Ojol GoJek di putus mitra (suspensi) oleh aplikator GoJek. Pemutusan itu sering kali dilakukan tanpa alasan jelas dan tidak memberi ruang pembelaan diri bagi para driver.

Upaya membuka kembali atau pemulihan sebagai mitra GoJek ini sedang diupayakan para driver Ojol GoJek. Para driver GoJek berharap bisa dibukakan kembali aplikasi mereka dan bisa berusaha. Saat ini banyak dari mereka yang terpaksa membeli akun dari orang lain agar bisa bekerja mencari penumpang GoJek.

Pembelian akun tersebut bukan tidak mungkin juga permainan para pegawai manajemen aplikator GoJek itu sendiri. Pemutusan mitra juga akhirnya merupakan permainan oknum pegawai aplikator GoJek agar bisa menjual akun kepada para driver. Permainan jual beli akun ini seharusnya menjadi bukti pengakuan bahwa manajemen GoJek telah gagal mengawasi internalnya sendiri.

Tuntutan lainnya adalah adanya pemotongan poin bagi penjualan pembayaran GoPay. Sebelumnya seorang driver GoJek akan mendapat poin 1 apabila berhasil menjual pembayaran GoPay kepada pelanggan pengguna GoPay GoJek. Saat ini seorang driver hanya mendapatkan 0,5 poin dari penjualan pembayaran GoPay.

Pemotongan poin ini dilakukan manajemen aplikasi GoJek tanpa penjelasan. Jelas pemotongan poin ini dilakukan sepihak saja dan merupakan kerugian besar bagi driver GoJek. Penjualan pembayaran GoPay adalah prestasi driver dan tidak boleh sewenang-wenang dipotong tanpa alasan yang benar. Pihak manajemen aplikator sudah sangat terbantu oleh prestasi penjualan GoPay para driver. Seharusnya aplikator menghargai dan memberi insentif kepada para driver bukan justru memotong jatah para driver.

 

Jakarta, 21 Oktober 2018
Azas Tigor Nainggolan
Ketua forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email