No. Reg Rilis 068/RLS/X/2018 Advokat Angkutan Umum. Catatan Singkat Layanan Angkutan Umum di Jakarta.

No. Reg Rilis 068/RLS/X/2018

Advokat Angkutan Umum.

Catatan Singkat Layanan Angkutan Umum di Jakarta.

Kemarin pagi saya pergi sidang di pengadilan negeri Jakarta Pusat dengan menggunakan kereta comuter line (KRL). Saat baru duduk, saya ditegur oleh seorang bapak, penumpang di sebelah saya. Belakangan saya diberitahu oleh bapak itu, namanya Darwin Hararap berumur 63 tahun tinggal di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pak Darwin sejak tahun 1981 hijrah ke Jakarta dari Medan dan bekerja di BPOM hingga pensiun.

“Bapak yang sering di televisi ya? Bapak biasa bicara tentang transportasi dan angkutan umum. Kalo tidak salah nama bapak, Azas Tigor Nainggolan?”

“Iya pak”, jawab saya. “Bagaimana pak”, tanya saya melanjutkan pembicaraan.

“Mau kemana pak?” Tanya bapak itu lagi.

“Saya mau mau sidang di PN Jakarta Pusat, di jl. Bungur.

“Loh pak Tigor pekerjaannya apa, sidang ke pengadilan?”

“Saya seorang advokat pak. Hari ini saya ada sidang atas gugatan saya terhadap Anis Baswedan Gubernur Jakarta yang tidak menegakan peraturan Kawasan Dilarang Merokok di Jakarta”.

“Loh kok bapak seorang advokat tapi mau naik angkutan umum KRL?” tanya bapak itu lagi.

Saya jelaskan pilihan menggunakan KRL karena saya mudah bisa dari stasiun Pondok Jati depan rumah dan turun di stasiun Kemayoran dekat dengan pengadilan negeri Jakarta Pusat.

“Pilihan menggunakan KRL ini lebih memudahkan saya dari pada saya menggunakan kendaraan pribadi saya. Kalo saya pakai mobil atau motor, saya harus cari parkir dan bayar parkir. Belum lagi saya akan kena macet sepanjang perjalanan. Menggunakan KRL saya hanya bayar Rp. 3.500 saya sudah tiba di pengadilan negeri Jakarta Pusat dengan tenang dan cepat”, saya menjelaskan ke pak Darwin Hararap

“Wah iya ya, lebih cepat dan murah. Keren pak Tigor ini advokat angkutan umum. Bekerja sebagai advokat tapi mau naik angkutan umum”, pak Darwin memuji saya.

“Ya pak, terima kasih. Naik angkutan umum kalo pas rutenya sesuai perjalanan kita maka akan lebih praktis, murah dan cepat ketimbang membawa motor atau mobil pribadi. Di luar negeri orang berdasi atau punya kedudukan sosial tinggi biasa menggunakan KRL atau angkutan umum lainnya. Sayangnya di Indonesia menggunakan angkutan umum memang belum jadi pilihan menarik karena layanannya belum mudah diakses, masih repot dan bisa lebih mahal biayanya serta belum nyaman betul”, saya menjelaskan ke pak Darwin

Ya ini catatan singkat saya bertemu pak Darwin Hararap saat berada di KRL untuk pergi sidang. Seorang bapak tua, pak Darwin selalu menggunakan angkutan umum setiap kali bepergian. Kalaulah saja pemerintah provinsi Jakarta punya hati dan mau bekerja baik, mau memfasilitasi secara baik para orang tua seperti pak Darwin Hararap bisa menggunakan angkutan umum dengan selamat, mudah akses dan nyaman. Semoga saja punya hati membangun layanan angkutan umum yang selamat, aman, nyaman dan akses bagi warganya.

Jakarta, 24 Oktober 2018
Azas Tigor Nainggolan
Advokat dan Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kita Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email