No. Reg Rilis 092/RLS/XII/ 2018 Rokok Herbal, rokok sehat? Catatan Singkat tentang Lucu-lucuan Kampanye Menyesatkan Rokok Sehat.

No. Reg Rilis 092/RLS/XII/ 2018

Rokok Herbal, rokok sehat?
Catatan Singkat tentang Lucu-lucuan Kampanye Menyesatkan Rokok Sehat.

“Rokok ini sejenis rokok sehat. Atau sebelumnya dikenal sebagai rokok herbal. Saya tidak mau menyebutnya sebagai rokok herbal karena akan diprotes oleh rokok lainnya. Protes disampaikan bahwa semua rokok bahan utamanya berasal dari tembakau. Nah tembakau itu kan tanaman dan herbal artinya. Jadi saya katakan rokok yang saya hisap ini adalah rokok sehat, selain tembakau juga mengandung bahan tambahan berupa rempah-rempah yang menyehatkan bagi tubuh manusia. Selain itu rokok ini berefek positif, mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan rokok biasanya. Sebelum saya mengisap rokok sehat ini, saya mengisap rokok Jisamsu kretek bisa 2 bungkus sehati. Tapi sekarang setelah mengisap rokok sehat ini, saya mengisap rokok Jisamsu kretek hanya satu bungkus sehari. Begitu pula kandungan Tar rokok sehat ini lebih tinggi dari Tar rokok biasa dan berbeda. Kalo Tar rokok biasa hanya 0,5 mg dan rokok sehat Tarnya lebih tinggi.Tar rokok sehat ini sengaja dibuat lebih tinggi karena menyehatkan, mengikis kerak-kerak Tar rokok biasa dalam saluran darah kita yang berasal dari rokok biasa yang kita hisap sebelumnya”, cerita promosi rokok sehat seorang perokok kepada seorang perokok lainnya.

Cerita yang menakjubkan sebagai perokok sehat di atas saya ikuti dan dengarkan saat saya nongkrong di sebuah warung. Memang sekarang ini sedang marak promosi rokok sehat, terutama ditujukan kepada perokok yang sedang alami sakit dan ketergantungan akibat menghisap rokok biasanya. Promosi rokok sehat ini juga ditujukan kepada perokok baru, karena tawaran komposisinya lebih sehat dan menyehatkan dibanding rokok biasanya. Sebelumnya juga memang teman saya yang perokok pernah memperkenalkan dan mempromosikan pada saya tentang rokok herbal. “Rokok herbal ini menyehatkan, berbeda dengan rokok biasanya. Rokok herbal ini bisa menyembuhkan penyakit jantung karena mengandung rempah Jinten. Rokok herbal ini bisa mengurangi ketergantungan pada rokok biasa”, kampanye seorang teman tentang rokok herbal.

Kedua promosi atau kampanye rokok herbal dan rokok sehat itu lucu sekaligus menyesatkan kita. Mengapa lucu dan menyesatkan? Rokoknya dikatakan sebagai rokok herbal dan menyehatkan. Rokoknya mengandung Tar yang menyehatkan. Rokoknya mengurangi adiksi terhadap rokok biasanya.

Rokok herbal atau rokok sehat, apakah memang rokok sehat dan menyehatkan? Pendapat ini dasar dan data kesehatannya apa, hingga bisa menyatakan sebagai rokok sehat? Bukankah sudah jelas bahwa rokok itu berbahaya dan mematikan sebagaimana ditulis pada setiap bungkus atau kemasan rokok. Bukankan juga dalam UU Kesehatan nomor: 36 Tahun 2009 dikatakan bahwa rokok itu mengandung nikotin dan juga zat adiktif. Seperti kita ketahui bersama secara kesehatan, rokok itu mengandung sekitar 4.000 zat beracun dan berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Jika demikian lucu dan menyesatkan pendapat yang mengatakan bahwa rokok herbal atau rokok sehat itu menyehatkan.

Apa pun ceritanya rokok sebagai salah satu produk tembakau memang berbahaya karena mengandung zat beracun dan berbahaya bagi kesehatan mahluk hidup. Nikotin dan Tar adalah contoh zat beracun dan berbahaya yang dikandung oleh setiap batang rokok yang masih dibuat dari bahan utamanya tembakau. Tar adalah semacam zat racun berbahaya yang ada dikandung oleh bahan aspal. Bahan aspal adalah untuk membuat lapisan jalan. Biasa kita lihat pembakaran aspal saat membuat jalan dengan asap hitam tebal yang sangat menyesakan. Teori kesehatan dari mana pula yang bisa menyimpulkan zat Tar rokok sehat berbeda dengan rokok biasanya? Tar ya tetap Tar, adalah zat berbahaya yang bersifat karsinogen atau menyebabkan sakit kanker. Nah mana pula ada zat bersifat karsinogen bisa menyehatkan dan mengikis kerak-kerak dalam saluran darah? Kalo mang Tar itu sehat, mari kita hirup sepuasnya asap pembakaran aspal saat membuat jalan raya.

Begitu pula rokok herbal atau rokok sehat katanya bisa mengurangi ketergantungan terhadap rokok biasa. Jelas yang dijual industri atau produsen pembuat rokok adalah nikotin, zat berbahaya dan membuat ketergantungan atau adiktif. Mana pula rokok sehat tidak mengandung nikotin dan bisa mengurangi ketergantungan (adiksi) terhadap rokok biasanya? Justru rokok itu, tentu mengandung nikotin dan membuat perokok ketergantungan untuk terus merokok. Jadi tidak logis dan lucu sekaligus menyehatkan bahwa rokok sehat dapat mengurangi ketergantungan (adiksi) terhadap rokok.

Kampanye atau promosi menyesatkan itu sebenarnya sudah mengakui dan mengatakan bahwa rokok (biasa) adalah beracun dan berbahaya. Tawaran rokok herbal atau rokok sehat justru dilakukan dengan menjual keberadaan rokok biasa yang umum dijual industri rokok adalah produk beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia sehingga diperlukan penawarnya sebagai rokok sehat. Pemerintah dan masyarakat sadar, perlu lebih masif lagi melakukan pendidikan publik dan penyadaran bahwa rokok adalah produk beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia, perokok dan orang disekitarnya. Apa pun bentuknya, atau namanya atau kandungannya, selama berbahan utama tembakau, pasti mengandung nikotin dan zat adiktif. Apa pun judulnya, rokok ya rokok, tidak ada rokok sehat dan menyehatkan. Apakah ada rokok yang dijual tanpa nikotin? Apakah rokok tanpa nikotin akan laku dijual? Sekali lagi perlu kita ketahui dan sadari, justru yang dijual industri rokok adalah nikotin, zat adiktif yang berbahaya dan mematikan manusia. Tetaplah kritis dan cerdas, jangan mau dibodohi atau disesatkan oleh industri rokok yang mengaku produknya sehat.

Jakarta – Bandung (di atas kereta Argo Parahyangan), 9 Desember 2018.
Azas Tigor Nainggolan.
Penulis adalah Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email