No. Reg Rilis 093/RLS/XII/2018. Naik kereta ke Bandung. Naik kereta api … Tut Tut Siapa mau ikut? Ke Bandung, Surabaya …

No. Reg Rilis 093/RLS/XII/2018

Naik kereta ke Bandung.

Naik kereta api … Tut Tut
Siapa mau ikut?
Ke Bandung, Surabaya …

Hari ini berangkat ke Bandung bersama beberapa teman. Kami sepakat ke Bandung menggunakan kereta. Bukan kereta api karena kereta di Indonesia sudah kereta diesel dan listrik. Kami ada acara workshop beberapa hari di kota Bandung. Agar perjalanan lebih nyaman tidak kena macet di jalan tol serta di tengah kota Bandung, kami memutuskan menggunakan kereta.

Menggunakan kereta sekarang ini sudah nyaman dan jauh lebih murah dibanding menggunakan kendaraan pribadi. Apalagi saat akhir pekan seperti hari ini, kota Bandung sudah padat macet, tentunya oleh warga Jakarta. Walau demikian tetap saja banyak orang yang tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk acara akhir pekan ke Bandung. Begitu pula perjalanan di jalan tol Jakarta Bandung akan padat macet, melelahkan. Perjalanan dengan mobil pribadi ke Bandung bisa lebih 5 jam dikarena macet di jalan tol Jakarta Bandung. Bisa dihitung kerugian dan kemahalan menggunakan mobil pribadi dari Jakarta ke Bandung. Menggunakan mobil pribadi ke Bandung harus membayar tol, biaya bensin dan letih karena macet sepanjang perjalanan. Jadi pilihan kami sudah sangat tepat ke Bandung menggunakan angkutan umum kereta.

Memang perlu dibuat berbagai cara dan insentif bagi pengguna angkutan umum dalam bertransportasi. Berbagai cara insentif tersebut perlu diberikan kepada pengguna angkutan umum agar para pengguna kendaraan pribadi mau berpindah menggunakan angkutan umum. Insentif itu bisa berupa kemudahan akses dan subsidi agar pengguna angkutan umum merasakan nyaman seperti menggunakan kendaraan pribadi.

Kenyamanan layanan angkutan umum haruslah senyaman menggunakan kendaraan pribadi. Saat menggunakan kendaraan pribadi, penggunanya seharusnya dibuat tidak nyaman dan berbiaya mahal. Agar setiap orang berpikir panjang jika ingin menggunakan kendaraan pribadinya. Jika sudah seperti itu maka para pengguna kendaraan pribadi akan berpindah ke angkutan umum. Akses menuju penggunaan angkutan umum juga harus semudah saat menggunakan kendaraan pribadi. Ditambah lagi seharusnya pengguna angkutan umum diberikan insentif subsidi agar jadi sangat murah biaya perjalanannya. Tawaran pemberian kemudahan akses, subsidi biaya dan kenyamanan pelayanan akan membuat masyarakat lebih menggunakan angkutan umum.

Masyarakat sekarang sudah rasional dan sadar betul bahwa bertransportasi haruslah aman dan nyaman serta akses. Terkadang biaya mahal pun tarif angkutan umumnya akan dipilih karena lebih nyaman dari menggunakan kendaraan pribadi. Kesadaran ini yang harusnya dijadikan strategi pemerintah mengurai kemacetan kota dengan membangun layanan angkutan umum aman, nyaman, terjangkau dengan subsidi dan akses.

Perjalanan Jakarta – Bandung 9 Desember 2018.
Azas Tigor Nainggolan 
Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email