No. Reg Rilis 097/RLS/XII/2018. Perjuangan Pengemudi Ojek Online. Catatan Singkat tentang Perjuangan Membuka Kembali Akun atau Open Suspend Pengemudi Ojek Online.

No. Reg Rilis 097/RLS/XII/2018

Perjuangan Pengemudi Ojek Online.
Catatan Singkat tentang Perjuangan Membuka Kembali Akun atau Open Suspend Pengemudi Ojek Online.

Sore tadi saya mendapat pesan singkat via WA dari seorang teman pengemudi Ojek online GoJek. “Sore Bang ✋🏽
Puji Tuhan Bangg, Akun Gojek saya sudah Terbuka lagi. Makasi ya buat semua bantuannya. Jesus Bless You n Fam 😇”, teman saya itu mengirimkan kabar gembiranya. Saya terharu dan sejaligus senang mendapatkan kabar tersebut. Akun aplikasi bisa dibuka atau dihidupkan kembali setelah sekitar 2 tahun diputus atau di-suspend karena “kesialan” teknologi milik aplikator Gojek. Tentu saya mengerti betul bagaimana perjuangan teman itu untuk membuka atau menghidupkan kembali akun aplikasi Gojek miliknya. Perjuangan itu dilakukan dengan sangat berat, kompak bersama o
teman-teman pengemudi Ojek online lainnya yang tergabung di Forum Komunikasi Driver Online Indonesia (FKDOI). Saya mengerti betul perjuangan “Open Suspend” mereka menyebutnya untuk menghidupkan kembali akun aplikasinya.

Saya dan Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) ikut bersama teman-teman FKDOI mulai tahap awal saat menyusun rencana, membuat langkah atau strategi dan melaksanakan aksi advokasi open suspend kepada perusahaan aplikasi GoJek. FKDOI adalah salah satu komunitas pengemudi transportasi online besar dan memiliki anggota atau cabang di Jakarta hingga Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saya mengenal mereka, pengemudi yang bergabung di FKDOI sudah cukup lama sejak awal tahun 2017 lalu. Bersama teman-teman pengemudi yang tergabung di FKDOI, saya sering berkumpul, bertemu dan berdiskusi tentang pengalaman, tantangan serta perjuangan para pengemudi Ojek online. Terutama perjuangan mereka untuk mendapatkan perlindungan dari perusahaan aplikasi, kebijakan tarif, payung hukum ojek online, kesulitan ekonomi, kehidupan sosial mereka dan pengembangan pelayanan yang baik kepada penumpang.

Menurut data yang dikumpulkan FKDOI setidaknya ada sekitar 5.000 orang pengemudi Ojek online anggota FKDOI di Jabodetabek yang menjadi korban pemutusan aplikasi (suspend) oleh perusahaan penyedia jasa aplikasi. Banyak alasan perusahaan aplikasi lakukan pemutusan akun aplikasi para pengemudi transportasi online, Ojek online dan taksi online. Alasannya mulai dari tindakan kriminal, pelecehan terhadap penumpang dan ada juga “lagi sial” akibat penggunaan aplikasi atau “nakal” membuat order fiktif untuk mengejar point’. Pemutusan akun itu membuat para pengemudi transportasi online membeli akun atas nama orang lain (bodong) dengan harga hingga sekitar Rp 1 juta. Saat beroperasi menggunakan aplikasi bodong ini mereka sering mendapat protes dan diadukan kepada perusahaan aplikasinya. Para pengguna transportasi online merasa tidak nyaman dan kurang aman karena pengemudi online yang datang berbeda dengan data yang ada dalam pemesanan pada aplikasinya. Jelas berbeda pengemudinya serta sepeda motornya dengan data aplikasi bodongnya. Jika diputus atau suspend lagi mereka kembali membeli akun bodong lain. Kemungkinan mudahnya pembelian akun bodong ini juga sangat mungkin dilakukan penjualannya oleh orang dalam atau pegawai perusahaan aplikasi secara diam-diam

Pembelian akun bodong itu terpaksa mereka lakukan agar bisa bekerja dan memberi nafkah keluarga masing-masing. Pilihan membeli akun bodong itu terpaksa mereka lakukan karena sulit mencari pekerjaan lain saat ini. Sementara para pengemudi transportasi online sebelumnya sudsh meninggalkan pekerjaan karena tergiur penghasilan tinggi sebagai pengemudi transportasi line. Sementara nyatanya sekarang setelah pengemudi transportasi online berkembang secara “gila”, pendapatan yang dipromosikan perusahaan aplikasi hanya tinggal kenangan masa lalu atau tinggal janji manis semata.

Perjuangan sekitar 4 bulan akhirnya tuntunan advokasi terhadap masalah open suspend ini dipenuhi oleh perusahaan aplikasi GoJek. Pemenuhan tuntutan open suspend kepada para pengemudi Ojek online GoJek hanya akan diberikan kepada pengemudi GoJek yang diputus (suspend) bukan karena kasus kriminal dan pelecehan. Saat ini saya mendapatkan kabar secara para pengemudi melalui FKDOI melakukan daftar ulang membuka akun kembali (open suspend) secara bertahap ketat agar tidak dimanfaatkan penjualan aku oleh pihak lain.

Saya merasakan teman itu senang sekali memberi tahu bahwa akun GoJek miliknya sudah diaktifkan kembali. Saat ini memang masih berlangsung terus proses open suspend para pengemudi online dari GoJek. Menghidupkan kembali akun bagi pengemudi ojek online merupakan perjuangan menghidupkan hidup keluarganya. Akun aplikasi sama artinya dengan penghidupan para pengemudi ojek online beserta keluarganya. Bagi mereka dibuka atau dihidupkannya kembali akun aplikasi berarti memberi penghidupan keluarganya kembalinya. Tanpa akun ini mereka tidak bisa beroperasi mendapatkan penumpang dari perusahaan aplikasinya dan tidak bisa bekerja menghidupi keluarganya. Pengalaman saya bergaul dengan para pengemudi transportasi online, ojek online atau taksi online, mengatakan bahwa akun aplikasi sangat penting keberadaannya bagi mereka. Sehingga mereka akan berusaha kuat memiliki akun yang bodong sekalipun atau seperti perjuangan mereka sekarang ini menghidupkan kembali akunnya. Bagi para pengemudi transportasi online seperti ojek online, akun adalah jantung hidup untuk mencari nafkah sebagai pelaku bisnis transportasi online. Perjuangan menghidupkan kembali akun mereka adalah hidup mati.

Teman-teman pengemudi transportasi online selamat dan sukses terus berjuang untuk hidup yang lebih lagi. Perbaikan hidup tidak bisa kita menunggu jatuh begitu saja dari langit. Perbaikan hidup harus kita perjuangkan. Tidak mungkin kita ikut berpesta jika tidak ikut berjuang.

 

Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, 13 Desember 2018.
Azas Tigor Nainggolan 
Analis Kebijakan Transportasi dari Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Print Friendly, PDF & Email